Densus Tangkapi Lagi Terduga Teroris, BNPT: Jaringan Para Wijayanto

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 20:27 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar di Solo, Jumat (2/10/2020).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar di Solo, Jumat (2/10/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Sejumlah terduga teroris ditangkap Densus 88 Antiteror di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada pekan ini. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengatakan penangkapan itu merupakan pengembangan dari kasus jaringan Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Para Wijayanto.

"Benar, (jaringan) Para Wijayanto yang sebelumnya sudah tertangkap dan ini pengembangan. Jumlahnya nanti akan dirilis tersendiri oleh Polri," kata Boy usai acara Silaturahmi Kebangsaan terkait Pencegahan Paham Radikal di The Sunan Hotel, Solo, Jumat (2/10/2020).

Jaringan tersebut, kata Boy, selama ini melakukan perencanaan aksi yang mengarah pada tindakan terorisme. Namun pada penangkapan kali ini, dia belum bisa mengungkap peran masing-masing terduga teroris.

"Semuanya hasil dari pengembangan penelusuran jaringan yang telah ada, yang mengarah kepada perencanaan-perencanaan aksi teror. Jadi penangkapan yang dilakukan itu tidak lepas dari hasil pengembangan jaringan lama, terutama dari Jamaah Islamiyah," ujarnya.

"(Peran mereka) belum bisa secara gamblang diungkapkan. Ini masih menunggu proses penyidikan yang tentunya dilakukan dengan asas praduga tak bersalah," imbuh dia.

Disamping Polri melakukan penindakan, Boy menegaskan BNPT terus melakukan pencegahan berkembangnya paham radikal. Salah satunya dengan menggelar silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat.

"Silaturahmi kebangsaan ini perlu terus diupayakan agar terjadi persamaan pemahaman terhadap kondisi kekinian. Dan tentunya kesempatan bersama untuk membangun sebuah komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan yang terus mendapatkan berbagai tantangan dan gangguan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 menggeledah rumah seorang terduga teroris di Sleman, DIY.

"Terduga (teroris) tinggal di Perum Tirta Buana Blok F No 4 rumah menghadap ke selatan. Penggeledahan dimulai pukul 09.30 WIB. Kurang lebih ada dua jam," ujar Kepala Dukuh Cepor, Daroji (57), kepada wartawan di lokasi penggeledahan, di Padukuhan Cepor, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Kamis (1/10).