Densus 88 Geledah Rumah Kontrakan Terduga Teroris di Sleman

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 14:02 WIB
Rumah kontrakan BY terduga teroris di Sleman yang digeledah Densus 88, Kamis (1/10/2020).
Rumah kontrakan terduga teroris yang digeledah Densus 88 di Sleman, Kamis (1/10/2020). Foto: (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Densus 88 menggeledah rumah seorang terduga teroris di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penggeledahan berlangsung selama dua jam.

"Terduga (teroris) tinggal di Perum Tirta Buana Blok F No 4 rumah menghadap ke selatan. Penggeledahan dimulai pukul 09.30 WIB. Kurang lebih ada dua jam," ujar Kepala Dukuh Cepor, Daroji (57), kepada wartawan di lokasi penggeledahan, di Padukuhan Cepor, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Kamis (1/10/2020).

Sementara itu, pantauan detikcom di rumah BY pada pukul 12.30 WIB suasananya tampak sepi. Pintu rumah dan jendela juga tampak dibiarkan terbuka, tapi pagarnya ditutup. Sementara di depan rumah terparkir satu unit sepeda motor matik warna hitam.

Daroji mengungkap terduga teroris tersebut berinisial BY (32). Sebelum penggeledahan, BY lebih dahulu diamankan pada Rabu (30/9) sore.

"Yang ditangkap atas nama BY (32) kelahiran Grobogan. Asal dari Mojopuro, Suberlawang, Sragen. Penangkapannya di depan RS Dharma Yogyakarta kemarin sore. Tidak di rumahnya," bebernya.

Daroji melanjutkan, istri dan anak BY berada di rumah saat penggeledahan berlangsung. Dari penuturannya, BY mengontrak di sana kurang lebih setahun.

"Sama istri dan 1 anak laki-laki yang masih berusia 3 tahun. Saat digeledah ada istri dan anaknya, istri sempat ngajar kemudian dipanggil pulang lalu anaknya saya evakuasi karena dikhawatirkan trauma," urainya.

Masih dari keterangan Daroji, usai penggeledahan, Densus 88 kemudian mengamankan beberapa barang dari rumah BY.

"Ini kroscek semua barang barang yang sekiranya terkait ada kegiatan teroris. Tadi diamankan ada flash disk 3, CPU 2, ada buku bacaan keagamaan ada 4 sepertinya, STNK, KTP, buku tabungan," terangnya.

"Tadi banyak (personel), selain Densus ada polisi berpakaian preman juga," sambungnya.

Lebih lanjut, menurut Daroji, BY dikenal sebagai pribadi yang jarang bergaul dengan masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Sementara istri BY merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.

"Sehari-hari (BY) di rumah terus jarang bergaul dengan masyarakat, kalau tertutup sih tidak," ucapnya.

Diwawancara terpisah, Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto mengatakan penggeledahan tersebut merupakan kegiatan dari Mabes Polri. Polres Sleman, kata dia, hanya mendukung dan mengamankan giat dari Densus 88.

"Tadi (penggeledahan) itu. Polres itu hanya membantu pengamanan giat yang dilakukan teman-teman Densus 88. Kalau detailnya ke Densus 88," kata Anton saat dihubungi wartawan hari ini.

(sip/ams)