UGM Berencana Gelar Kuliah Tatap Muka Tahun Depan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 16:37 WIB
Rektor UGM Prof Panut Mulyono di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kota Yogyakarta, Senin (28/9/2020).
Rektor UGM Prof Panut Mulyono di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kota Yogyakarta, Senin (28/9/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana menggelar kuliah tatap muka mulai tahun depan. Nantinya, perkuliahan tersebut akan menerapkan sistem shift atau pembatasan jumlah mahasiswa untuk setiap mata kuliah.

"Iya (kemungkinan tahun depan kuliah tatap muka), kalau yang sudah kita putuskan ya semacam itu (kuliah tatap muka tahun depan)," kata Rektor UGM Prof Panut Mulyono saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (28/9/2020).

Menurutnya, selama satu semester ini UGM telah menerapkan sistem kuliah daring untuk mencegah penyebaran COVID-19. Namun, setelah ujian tengah semester (UTS), UGM akan melihat perkembangan pandemi virus Corona atau COVID-19 untuk menentukan sistem perkuliahan semester depan.

"Jadi semester ini kan akan berakhir pada bulan Desember. Lha ini default-nya daring, tapi setelah UTS kita evaluasi keadaan COVID-19 seperti apa, kalau sudah baik ya kita mulai tatap muka shifting, tetapi kalau belum mengkhawatirkan ya (perkuliahan tetap secara) daring," ujarnya.

Menyoal teknis pelaksanaan kuliah tatap muka, Panut menyebut akan menerapkan kuliah secara bergilir. Di mana mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara tatap muka dibatasi jumlahnya.

"Tepatnya tiga minggu lagi baru akan kita evaluasi apakah sudah bisa dilakukan (perkuliahan) tatap muka secara bergilir. Jadi misalnya, kalau bayangan saya adalah tatap muka bergilir itu satu kelas ada 60 orang, nanti dosennya ke kelas terus tetapi mahasiswa yang di kelas sepertiganya," katanya.

Sedangkan sisanya akan mengikuti perkuliahan secara daring. Begitu pula sebaliknya, mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan secara tatap muka, selanjutnya akan mengikuti perkuliahan secara daring pekan depannya.

"Sisanya mengikuti daring, cuma untuk bisa mengikuti semacam itu kan masing-masing kelas harus diset ada kameranya, harus ada kamera agar sisa mahasiswa bisa mengikuti secara daring," ucapnya.

"Sehingga dua pertiga (mahasiswa yang kuliah secara tatap muka) bisa mengikutinya dari luar (kelas), nanti minggu depan yang sekarang daring masuk kelas dan yang di kelas ikut daring. Baru didesain seperti itu, tapi belum semua kelas ada kamera yang bisa terhubung di internet," lanjut Panut.

Selanjutnya
Halaman
1 2