Ganjar Klaim Sudah Tidak Ada Zona Merah COVID-19 di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 16:01 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Kamis (27/8/2020).
Foto: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Kamis (27/8/2020). (Dok Humas Pemprov Jateng)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut saat ini tidak ada lagi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Jawa Tengah. Namun masih perlu perhatian karena sempat digelarnya kegiatan yang mengundang kerumunan massa seperti di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes.

Hal itu diungkapkan Ganjar usai memimpin rapat rutin koordinasi percepatan penanganan COVID-19 di Gradhika Bhakti Praja kompleks kantor Pemprov Jateng.

"Ada beberapa hal yang kami bahas dalam rapat ini. Pertama evaluasi mingguan tentang penyebaran COVID-19. Alhamdulillah datanya cukup bagus, pada pekan ke-39 hari ini, data kita menyebutkan tidak ada yang merah," kata Ganjar, Senin (28/9/2020).

Meski demikian ada daerah-daerah yang menjadi perhatian karena kasusnya meningkat seperti Banyumas yang baru-baru ini terdapat klaster pondok pesantren.

"Namun ada beberapa daerah yang menjadi perhatian salah satunya Banyumas. Banyumas naik karena kemarin ada klaster pondok pesantren. Sekarang kami bantu penanganannya, termasuk Kebumen yang juga kami bantu," jelasnya.

Ganjar juga menyoroti adanya kegiatan-kegiatan massa seperti di konser dangdut di Tegal dan turnamen voli di Kabupaten Brebes. Dua acara itu didatangi banyak orang yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Beberapa kejadian luar biasa harus tegas seperti kejadian di Kota Tegal, Pekalongan, Pemalang, Brebes. Saya minta yang seperti ini betul-betul ditunda dulu. Kami sampaikan dengan tegas, bahwa pemerintah saat ini betul-betul serius. Akan kami lakukan tindakan tegas bahkan proses hukum apabila ada yang melanggar," tegas Ganjar.

Ia juga akan melibatkan masyarakat dalam edukasi dengan membentuk champion atau semacam kader baik di lingkungan keluarga atau kelompok masyarakat.

"Akan kami buat champion di level keluarga, kelompok masyarakat dan lainnya untuk memasifkan edukasi. Kami juga akan meningkatkan operasi gabungan, yang awalnya rencananya berakhir September ini, akan kami perpanjang karena kondisi yang masih belum memungkinkan," jelas Ganjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menjelaskan saat ini enam daerah yang sebelumnya disebut zona merah sekarang sudah tidak lagi.

"Data kita, zona merahnya tidak ada. Kondisi saat ini, ada 14 daerah masuk kategori zona kuning dan 21 lainnya zona oranye. Ini suatu peningkatan, karena dua minggu sebelumnya ada enam daerah di Jateng yang tergolong zona merah, kemudian menurun dan sekarang tidak ada," kata Yulianto.

Tonton juga video 'Ridwan Kamil Tetapkan 5 Daerah di Jawa Barat Jadi Zona Merah!':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)