Round-up

7 Fakta Mengejutkan dari Keberadaan Rumah Tua di Kebun Jati Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 08:37 WIB
Rumah tua di tengah kebun jati di Gunungkidul yang viral, Rabu (23/9/2020).
Rumah tua di kebung jati di Gunungkidul (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gunungkidul -

Satu unit rumah lawas di Padukuhan Pati, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dari rumah milik Bupati ke-18 Gunungkidul itu ternyata menyimpan fakta-fakta. Setidaknya ada 7 fakta yang terungkap.


1. Rumah Bupati ke-18 Kabupaten Gunungkidul

Ahli waris yang pernah tinggal di rumah tersebut, Martanty Soenar Dewi menjelaskan bahwa rumah itu adalah milik eyangnya. Eyangnya itu adalah Prawiro Suwignyo, bupati ke-18 di Gunungkidul.

Dia juga menjelaskan bahwa luasan lahan sekitar 5000 m2. Di atas tanah itu, kata Martanty berdiri bangunan rumah milik Bupati Kabupaten Gunungkidul periode 1958-1959 yakni Prawiro Suwignyo.

"Itu rumah eyang saya, eyang saya dulu Kepala Daerah (Bupati) ke-18 Gunungkidul namanya Prawiro Suwignyo," ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (23/9/2020).


2. Rumah itu didirikan antara 1920-1925

Menyoal berdirinya rumah, dia tidak tahu pasti kapan. Namun, dia memperkirakan rumah itu telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka.

"Kalau sejak kapan berdirinya rumah itu saya kurang tahu, kemungkinan antara tahun 1920-1925," ucap Martanty.


3. Bangunan yang masih berdiri saat ini hanya bagian depan saja

"Dulu sebetulnya di belakangnya itu ada bangunan lagi besar, itu (rumah saat ini) hanya bangunan depan saja sebetulnya, seperti itu. Tapi ada terasnya dulu, asri gitu banyak tanaman, pohon. Saat ini sudah habis semua," katanya kepada detikcom, Kamis (24/9/2020).


4. Bangunan utama kediaman sudah ambruk

Mengingat eyangnya yakni Prawiro Suwignyo masih keturunan dari Mas Tumenggung Pontjodirjo. Menyoal bangunan, Martanty menyebut bagian belakang rumah sudah ambruk karena termakan usia dan oleh saudaranya dimanfaatkan.

"Terus belakangnya itu ada rumah besar lagi, tapi saat ini sudah ambruk, mungkin (materialnya) diambilin saudara. Jadi hanya rumah depan itu saja yang dipertahankan," ujarnya.