Beredar Data Penerima Insentif COVID, Jumlah Transfer dan Diterimanya Beda

Imam Suripto - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 19:11 WIB
Daftar penerima insentif Corona Puskesmas Bantarkawung, Brebes, Rabu (16/9/2020).
Foto: Daftar penerima insentif Corona Puskesmas Bantarkawung, Brebes, Rabu (16/9/2020). (Istimewa)

"Hari itu juga 28 Agustus setelah cair semua, kami langsung rapat untuk menentukan besaran honor yang akan dibagi. Akhirnya diputuskan semua honor yang ditransfer diambil dan dikumpulkan jadi satu. Terkumpul uang sebanyak Rp 642 juta dan dibagi kembali sesuai porsi kerjanya," tambah dia.

Kebijakan ini, kata Ely justru untuk memenuhi rasa keadilan. Dimana mereka yang memiliki porsi kerja lebih banyak akan mendapatkan honor yang besar.

"Jadi jangan heran, ketika ada karyawan yang mendapat transfer Rp 15 juta tapi setelah dihitung porsi kerjanya ternyata hanya mendapatkan sekitar Rp 4 juta. Ini demi memenuhi rasa keadilan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menerima laporan dugaan pemotongan insentif nakes virus Corona di Puskesmas. Delapan orang dari tiga Puskesmas di Brebes dipanggil untuk dimintai keterangan, kemarin.

Delapan orang yang dipanggil tersebut berasal dari Puskesmas Bantarkawung, Buaran dan Jatibarang. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Brebes, Sunarto mengatakan pemanggilan ini untuk mengklarifikasi terkait laporan pemotongan insentif untuk tenaga kesehatan yang menangani virus Corona.Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menerima laporan dugaan pemotongan insentif nakes virus Corona di Puskesmas. Delapan orang dari tiga Puskesmas di Brebes dipanggil untuk dimintai keterangan, kemarin.

"Tadi yang dipanggil ada delapan orang dari Puskesmas Buaran, Jatibarang dan Bantarkawung. Ini menindaklanjuti klarifikasi terkait laporan pemotongan insentif (honor nakes) di tingkat Puskesmas," kata Sunarto di kantor Kejari Brebes, Selasa (15/9).

Dari delapan orang ini, kejaksaan baru melakukan proses klarifikasi. Tim Kejari Brebes masih menggali data-data pendukung seperti nama-nama penerima hingga nominal dana insentif untuk nakes yang disunat.

"Sementara kita fokus menggali keterangan dari laporan adanya pemotongan. Juga sedang mendalami nama-nama penerima dana COVID-19," beber Sunarto.

Halaman

(sip/ams)