Golkar-NasDem-PKS Usung Wakil Bupati Petahana di Pilkada Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 14:59 WIB
Golkar, NasDem dan PKS memberikan dukungan kepada Sri Muslimatun-Amin Purnomo di Pilkada Sleman, Selasa (1/9/2020).
Golkar, NasDem dan PKS memberikan dukungan kepada Sri Muslimatun-Amin Purnomo di Pilkada Sleman, Selasa (1/9/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Tiga partai yaitu Golkar, NasDem dan PKS memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun-Amin Purnomo di Pilkada Sleman 2020. Muslimatun diketahui merupakan wakil bupati petahana.

Ketua DPD Golkar DIY, Gandung Pardiman menjelaskan rekomendasi yang turun ke pasangan Muslimatun-Amin telah melalui pertimbangan matang. Rekomendasi untuk keduanya diserahkan saat Musda DPD Golkar Sleman, di Indolux Hotel, Sleman.

"Golkar ingin menang di Sleman. Setelah melihat kondisi dan situasi, keduanya telah membuktikan track record-nya. Muslimatun bisa menjadi ibunya orang Sleman," kata Gandung di sela-sela Musda, Selasa (1/9/2020).

Gandung menilai elektabilitas Muslimatun berdasar survei sangat tinggi. Disebut mencapai lebih dari 50 persen.

"Menurut survei, elektabilitas Bu Muslimatun ini 61 persen," ungkapnya.

Gandung melanjutkan, pertimbangan lain yaitu pihaknya tidak ingin jika nantinya Sleman dipimpin oleh bupati boneka. Namun dia tidak memerinci bupati boneka apa yang dimaksud.

"Golkar ingin Sleman dipimpin, bupati yang bukan bupati boneka. Ini berbahaya kalau bupati boneka, bahaya untuk rakyat dan pemerintahan," tegasnya.

Gandung pun optimis menatap Pilkada Sleman pada Desember mendatang. Baginya, jumlah kursi bukanlah yang utama. Namun, figur yang utama.

"Partai hanya mengantarkan ke KPU, setelah ditetapkan yang dinilai bukan partai tapi personalnya. Jumlah kursi di DPRD bukan jaminan mutlak," ucapnya.

Dia juga memberikan instruksi khusus kepada kader Golkar agar mendukung penuh dan memenangkan pasangan yang diusung partai.

"Siapa yang tidak tunduk dengan rekomendasi, akan kami beri sanksi tegas. Sanksi paling berat pecat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC NasDem Sleman Surana yang juga hadir dalam Musda DPD Golkar Sleman mengaku optimis menatap kontestasi Pilkada Sleman 2020.

"Kami akan bersinergi bekerja sama agar memenangi Pilkada Sleman. Kami membutuhkan semangat bersama kerja sama bersama antarkader, sayap partai baik di NasDem, PKS maupun Golkar. Ini momentum menyamakan persepsi menjadi pemenang Pilkada 2020," ucapnya.