Ditinggal Gerindra-PKB-PPP, Golkar Ajukan Wabup Petahana Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 08:12 WIB
Ketua DPD Golkar Sleman Janu Ismadi (tengah) memberikan keterangan soal mundurnya 11 PK Golkar Sleman di kantor DPD Golkar Sleman, Jumat (28/8/2020)
Foto: Ketua DPD Golkar Sleman Janu Ismadi (tengah) saat memberikan keterangan soal mundurnya 11 PK Golkar Sleman di kantor DPD Golkar Sleman, Jumat (28/8/2020) (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Perwakilan partai Golkar tidak menghadiri deklarasi bakal calon Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman, Danang Wicaksana-Agus Choliq beberapa waktu lalu. Padahal sebelumnya Golkar sepakat dengan Gerindra, PKB, dan PPP untuk mengusung pasangan tersebut. Ada apa?

"Kita tidak mendapatkan undangan acara tersebut. Jadi kenapa kita datang," kata Ketua DPD Golkar Sleman Janu Ismadi saat dimintai konfirmasi, Sabtu (29/8/2020).

Janu menyebut Golkar kini memilih jalan sendiri. Janu menyebut dalam kesepakatan awal dengan Gerindra, PKB, dan PPP mereka sepakat untuk mengusung Danang Wicaksana sebagai bakal calon Bupati Sleman, sedangkan untuk sosok pendamping Danang dibahas lewat musyawarah.

Namun, kemunculan nama Agus Choliq dinilai Janu menciderai kesepakatan awal. Akhirnya Golkar keluar dari koalisi dan memilih jalan berbeda.

"Dulu itu kesepakatan empat partai itu dengan catatan untuk calon bupati dan wakil bupati akan dirembuk bareng. Tapi tahu-tahu tanpa ada rembukan, bisa menetapkan Danang dan Agus Choliq," ucapnya.

Berpisahnya Golkar dari koalisi membuat peluang munculnya poros ketiga. Janu pun tidak menampik jika tengah berkomunikasi dengan PKS dan NasDem.