Round-Up

Fakta Lengkap Pembunuhan Sadis 4 Orang Sekeluarga di Sukoharjo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 08:57 WIB
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan empat orang sekeluarga di Sukoharjo. Rekonstruksi menggambarkan mulai dari kedatangan pelaku hingga pembuhunan empat orang sekeluarga.
Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Sukoharjo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto)
Sukoharjo -

Henry Taryatmo (41) ditetapkan sebagai pelaku tunggal pembunuhan 4 orang sekeluarga di Dukuh Slemben, Desa Duwet, Baki, Sukoharjo. Merasa terdesak jatuh tempo utang, Henry ingin memiliki mobil korban dengan cara menghabisi nyawa korban, Rabu (19/8) dini hari.

Henry bersahabat sejak kecil dengan Suranto (42) yang merupakan kepala keluarga korban. Istri dan anak Suranto, Sri Handayani (36), Rafael (10) dan Dinar (6) pun sudah akrab dengan Henry.

"Tidak ada dendam. Pelaku benar-benar terdesak, karena utangnya Rp 60 juta (kepada pihak lain) jatuh tempo pada hari itu (Rabu)," kata Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho usai rekonstruksi di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8/2020).

Sempat bayar setoran

Terungkap dalam rekonstruksi di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8), malam itu Henry datang ke rumah korban, Desa Duwet, Baki, Sukoharjo, untuk mengembalikan mobil dan membayarkan setoran. Selain teman sejak kecil, Henry dan Suranto adalah mitra bisnis rental mobil dan taksi online.

Henry tiba di rumah korban pukul 01.00 WIB. Karena sudah biasa, Henry langsung masuk ke rumah korban dan memasukkan mobil ke garasi. Pelaku tahu rumah korban tidak pernah dikunci.

Sempat ditemui Sri Handayani, Henry kemudian memesan ojek online untuk pulang namun gagal berkali-kali. Henry dipersilakan menunggu di ruang tamu. Sri Handayani lalu kembali masuk ke kamar yang berisi suami dan dua anaknya.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Henry baru melancarkan aksinya. Dia menuju ke dapur untuk mengambil pisau. Pisau dia sembunyikan di belakang celana.

Henry lalu memanggil-manggil korban untuk berpamitan pulang. Henry sempat menyerahkan uang setoran sebanyak Rp 250 ribu kepada Sri.

Tiba-tiba Henry menusukkan pisau tiga kali ke arah ulu hati dan perut Sri hingga tergeletak. Suranto kemudian terbangun dan turut dibunuh. Dua anak korban yang berada di kamar ikut dibunuh karena menangis.

"Saat memberikan uang setoran, pelaku dengan sengaja melakukan tindak pidana pembunuhan kepada istri korban," kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas dalam rekonstruksi pembunuhan di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3