Segini Utang Pelaku hingga Tega Bunuh 4 Orang Sekeluarga di Sukoharjo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 15:12 WIB
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan empat orang sekeluarga di Sukoharjo. Rekonstruksi menggambarkan mulai dari kedatangan pelaku hingga pembuhunan empat orang sekeluarga.
Rekonstruksi pembunuhan empat orang sekeluarga di Baki, Sukoharjo, Kamis (27/8/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo -

Polisi menegaskan motif pembunuhan empat orang sekeluarga di Desa Duwet, Baki, Sukoharjo murni karena pelaku terdesak utang. Pelaku, Henry Taryatmo (41), memiliki utang sekitar Rp 60 juta yang jatuh tempo pada hari saat terjadi peristiwa pembunuhan.

Peristiwa pembunuhan pada Rabu (19/8) itu berawal ketika Henry mengembalikan mobil korban dan menyerahkan uang setoran. Sesaat setelah itu, Henry mengambil pisau dapur dan menusukkannya kepada empat orang sekeluarga, yakni Sri Handayani (36), Suranto (42) serta dua anaknya yang berusia 10 dan 6 tahun.

"Tidak ada dendam. Pelaku benar-benar terdesak, karena utangnya sekitar Rp 60 juta jatuh tempo pada hari itu (Rabu)," kata Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho usai rekonstruksi di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8/2020).

Nanung mengatakan pelaku sudah memiliki pemikiran untuk membunuh korban agar bisa menguasai mobil korban. Saat membayar setoran kepada korban itulah dia memutuskan untuk melaksanakan rencananya.

Pelaku kemudian mengambil sepeda motor dan mobil korban beserta BPKB-nya untuk dijual. Pelaku sempat menjual mobil Avanza korban senilai Rp 82 juta.

"Uang itu digunakan untuk membayar utang. Sepeda motornya belum sempat dijual," kata Nanung.

Nanung menjelaskan pelaku selama ini berutang untuk menutup utang sebelumnya. Pelaku sudah menggadaikan mobil pribadinya dan dua mobil temannya.

"Dia sudah menggadaikan dua mobil temannya. Mobilnya sendiri juga sudah digadaikan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan empat orang sekeluarga asal Desa Duwet, Baki, Sukoharjo. Pelaku, Henry Taryatmo (41) menjalani rekonstruksi dengan duduk di kursi roda.