Round-Up

Keluarga Ungkap Detik-detik Mencekam Doa Pernikahan di Solo Diserang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 11:21 WIB
Tiga warga Solo diserang sekelompok orang usai menggelar doa bersama menjelang pernikahan atau midodareni. Lokasi penyerangan itu kini dijaga polisi.
Lokasi peristiwa penyerangan acara jelang pernikahan anak Habib Umar Assegaf di Solo yang terjadi pada Sabtu (8/8). (Foto: Kartika Bagus/detikcom)
Yogyakarta -

Acara doa menjelang pernikahan anak Habib Umar Assegaf yang digelar di rumah Almarhum Assegaf bin Jufri di Solo diserang massa pada Sabtu (8/8) waktu magrib. Panitia penyelenggaraan acara sekaligus perwakilan keluarga, Memed, mengungkap mencekamnya suasana saat penyerangan itu terjadi.

Usai melaporkan penyerangan ini ke Polresta Solo, Memed menceritakan peristiwa itu bermula saat keluarga menggelar doa bersama di rumah yang terletak di Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8) pukul 17.45 WIB.

Doa bersama tersebut merupakan salah satu rangkaian acara menjelang pernikahan salah seorang keluarga yang akan digelar keesokan harinya.

Keluarga yang sedang berada di dalam rumah tiba-tiba dikagetkan dengan teriakan dari luar.

"Pak Kapolsek mendatangi kami, mengonfirmasi kegiatan kami, saya jelaskan ada pernikahan," ujar Memed di Polresta Solo, Senin (10/8).

Memed melanjutkan, polisi kemudian bernegosiasi dengan pihak keluarga dan massa yang berada di luar. Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai juga ikut bernegosiasi saat itu.

Namun, massa meminta kegiatan keluarga tersebut bubar. Sedangkan pihak penyelenggara acara menyampaikan akan meninggalkan lokasi jika massa di luar membubarkan diri.

Memed mengungkap, pihaknya juga memiliki pengalaman yang serupa pada 2018 silam. Saat itu, kata Memed, acara mereka dibubarkan oleh kelompok yang sama.

"(Saat 2018)Ada beberapa keluarga kami yang mendapatkan intimidasi verbal maupun fisik setelah sekitar 300 meter keluar dari rumah," ujar dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2