Round-Up

Ada Gerakan Kotak Kosong dan Aksi Menertawakan Pilkada Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 08:45 WIB
Kotak Kosong, Krisis Demokrasi dan Kekuatan Oligarki
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Solo -

Bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dibayang-bayangi lawan kotak kosong dalam Pilkada Solo 2020. Bahkan gerakan mendukung kotak kosong sudah mulai muncul di Solo.

Potensi calon tunggal di Solo memang cukup besar karena hampir seluruh partai mendukung Gibran. Meskipun, belum seluruh partai menyerahkan dukungan secara resmi.

Di sisi lain, satu pasangan bakal calon dari perseorangan masih harus melewati proses di KPU Solo. Kini mereka memasuki tahap perbaikan syarat dukungan.

Dukungan untuk kotak kosong salah satunya datang dari aktivis budaya Kota Solo Zen Zulkarnaen. Menurutnya, kemunculan sosok calon tunggal adalah bukti sistem demokrasi yang tidak berfungsi.

"Saya pikir kalau tidak ada penyeimbang, itu tidak sehat untuk demokrasi. Saya mendorong kotak kosong dalam konteks seperti itu. Jadi ada pihak yang mengkritisi dalam konteks demokrasi," kata Zenzul, sapaannya, saat dihubungi detikcom, Kamis (6/8).

Menurutnya, kondisi perpolitikan di Solo hingga hari ini tampak tidak sehat. Sebab hampir seluruh partai politik mendukung satu calon. Belum lagi adanya sukarelawan hingga tim yang aktif di media sosial.

"Ini sebagai harapan akan adanya aspirasi masyarakat. Kalau saat ini kan sangat oligarkis. Jadi kotak kosong sebagai koreksi. Kalau suara kotak kosong besar, maka parpol dan elite wajib mengoreksi," kata dia.


Tonton video 'Aktivis Solo Kampanyekan 'Kotak Kosong' untuk Lawan Gibran-Teguh':

[Gambas:Video 20detik]





Selanjutnya: Aksi Menertawakan Pilkada

Selanjutnya
Halaman
1 2