Round-Up

Jokowi Minta Inpres Protokol COVID-19 Diterapkan, Sultan HB X Bergeming

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 08:26 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (18/5/2020).
Sri Sultan HB X (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Presiden Jokowi memerintahkan kepala daerah segera menerapkan Inpres No 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Namun Gubernur Daerah Istimewa Yogya (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menegaskan Yogya belum perlu aturan itu.

Sultan HB X menyebut hingga saat ini DIY masih berstatus tanggap darurat hingga akhir bulan Agustus. Meski menyandang status tersebut, Sultan mengaku belum menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Kita belum ke sana (sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan), karena itu untuk Undang-Undang karantina ya. Kalau (tanggap) darurat kan tidak ada Undang-Undang Kebencanaan belum ada, (jadi) kita belum lari ke sana (pemberian sanksi)," katanya Sultan kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (6/8/2020).

Sultan menilai DIY belum perlu menerapkan Inpres tersebut karena masyarakat di DIY masih bisa diajak berdialog untuk menyadarkan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan selama pandemi virus Corona. "Selama masyarakat masih bisa diajak bicara biarin saja," ujarnya.

Meskipun demikian, Sultan mempersilakan DPRD DIY untuk mengkaji usulan penerapan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Bahkan, Sultan juga tidak melarang Pemkab/Pemkot menerapkan Inpres yang diteken Jokowi 4 Agustus tersebut.

"Silakan saja. Tapi mungkin tingkat 2 kan malah ada yang melakukan itu. Jadi silakan saja, bagi saya tidak ada masalah. Tapi selama masih bisa berdialog ya berdialog saja," ujarnya.

Tonton video 'Jokowi Siapkan Inpres soal Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2