Berdikari Book Cerita Didatangi Aparat Gegara Dicatut Akun Hina TNI

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 16:35 WIB
Klarifikasi Berdikari Book soal pencatutan alamat di media sosial, Kamis (6/8/2020).
Klarifikasi Berdikari Book soal pencatutan alamat di media sosial, Kamis (6/8/2020). (Foto: Tangkapan layar foto di medsos)
Sleman -

Salah satu toko buku online di Sleman yaitu Berdikari Book mendadak didatangi aparat TNI pada Rabu (5/8) malam. Hal itu merupakan buntut ujaran kebencian yang dilontarkan oleh akun instagram @Madame_heinz yang menyerang aparat TNI dengan kata-kata yang tidak pantas.

Posting-an itu kemudian berujung cekcok. Lantas akun @Madame_heinz membalas dengan mengajukan tantangan agar pemilik akun Instagram @tnilovers18 datang ke alamat yang dia berikan. Namun, ternyata alamat yang diberikan merupakan alamat toko Berdikari Book.

Saat detikcom berusaha mencari akun Instagram @Madame_heinz, akun itu sudah tidak bisa ditemukan. Namun, tangkapan layar ujaran kebencian itu sudah disimpan oleh pihak Berdikari Book dan diunggah di akun Instagram milik toko itu.

Sementara itu, HRD Berdikari Book, Aye saat dimintai konfirmasi membenarkan jika ada aparat yang datang di toko pada Rabu (5/8) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Dia menjelaskan ada sekitar 20 orang yang datang dan mengaku dari pihak aparat.

"Rabu (5/8) malam sekitar jam 22.00 WIB kami didatangi sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai TNI dan polisi. Jumlahnya ada 20-an orang," kata Aye saat dihubungi wartawan melalui pesan singkat, Kamis (6/8/2020).

"Mereka menyuruh kami keluar menemui mereka untuk ditanya perihal keberadaan akun @Madame_heinz yang telah melakukan penghinaan terhadap institusi TNI di salah satu akun TNI," tambahnya.

Saat datang, orang yang mengaku aparat itu tidak melakukan intimidasi. Aye menceritakan jika hanya diajak berunding dan mengecek ponsel anggota Berdikari Book.

"Tidak, mereka hanya datang dan mengajak untuk berunding lalu sempat juga meminta info dari masing-masing HP kami untuk mengecek akun yang dicari apakah ada di antara kami (anggota Berdikari Book) yang saat itu berjumlah 4 orang berteman atau pernah berkontak dengan akun yang dipermasalahkan," ungkap Aye.

Selanjutnya
Halaman
1 2