Round-Up

Teka-teki Teror Paket Barang ke Mbak Titik Selama 2 Tahun

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 23:19 WIB
Titik bersama ayahnya di rumah tempatnya mengungsi, Kendal, Jumat (24/7/2020).
Foto: Titik bersama ayahnya di rumah pendampingan di Kendal, Jumat (24/7/2020). (Dimas Saktyo R/detikcom)
Kendal -

Titik (20), warga Kendal, Jawa Tengah dihantui teror kiriman paket barang selama dua tahun ini. Polisi turun tangan untuk mengungkap pelaku teror tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aji Darmawan mengatakan, pihaknya sudah menerima aduan dari korban terkait teror paketan fiktif itu. Saat ini pihaknya masih tahap penyelidikan.

"Ini kan masih berupa aduan bukan laporan, namun akan kami gelar perkarakan dan kami koordinasikan dengan tim penyidik untuk segera melakukan langkah-langkah selanjutnya," kata Aji, Jumat (24/7/2020).

Aji menyebutkan sejumlah nomor ponsel yang digunakan pelaku teror untuk memesan barang dan mengatasnamakan korban juga sudah dicek, termasuk akun palsu maupun nomor yang digunakan di media sosial Facebook untuk menyebar fitnah.

"Sudah kami cek nomor-nomor ponsel itu yang diduga digunakan pelaku untuk memesan barang. Kami juga masih cek apakah nomor tersebut masih aktif atau tidak, termasuk yang digunakan di media sosial untuk meneror atau menyebar fitnah," tambahnya.

Aji menambahkan, pihaknya pun belum mengetahui motif di balik teror paketan ini.

"Kami sudah memanggil saksi-saksi dan meminta keterangannya," imbuhnya.

Diketahui, Titik mendapatkan teror berupa kiriman paket beraneka barang yang tidak dipesannya. Teror itu berlangsung sejak tahun 2018 saat dia bekerja di Semarang.

"Saya mengalami teror ini saat masih kerja di Semarang sekitar akhir tahun 2018. Waktu itu kan saya kerja dan ngekos di Semarang dan ada yang ngirimin ke saya berupa barang-barang," kata Titik saat ditemui detikcom di rumah pendampingan di Kendal, Jumat (24/7/2020).

"Barang-barangnya ya ada ponsel, pakaian, makanan. Saya nggak pernah memesannya tapi diatasnamakan saya. Awalnya sempat berpikir ini candaan teman tapi setelah saya tanya ke teman-teman ya nggak ada yang bercanda seperti itu," jelasnya.

Merasa ketakutan, Titik kemudian memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan kembali ke kampung halamannya. Pulang ke kampung halamannya ternyata tak menyelesaikan masalahnya, dari situ justru aksi teror menjadi-jadi.

Selanjutnya
Halaman
1 2