Ponpes Peninggalan Mbah Moen Disebut Jadi Klaster Corona, Bupati Membantah

Arif Syaefudin - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 23:25 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz, Selasa (14/7/2020).
Bupati Rembang Abdul Hafidz, Selasa (14/7/2020). (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Pondok Al-Anwar Sarang asuhan mendiang Majid Kamil MZ atau Gus Kamil, disebut sebagai klaster baru penyebaran COVID-19 atau virus Corona. Bupati Rembang Abdul Hafidz membantah pernyataan tersebut.

Hafidz menilai pernyataan tersebut tak berdasar. Berdasarkan data, hingga saat ini tidak ada satu pun kasus COVID-19 yang muncul di wilayah pondok setempat.

"Saya sebagai Bupati Rembang yang juga ketua gugus tugas, saya kecewa dengan pernyataan tersebut. Sebab kami yang di lapangan mengetahui. Sehingga, pernyataan Wasekjen menurut kami sangat tidak mendasar," kata Hafidz kepada detikcom usai acara tahlilan 3 hari wafatnya Gus Kamil di kantor DPC PPP Rembang, Selasa (14/7/2020).

Hafidz menjelaskan, sejak awal pembukaan kembali aktivitas Ponpes Al-Anwar Sarang, tim Gugus Tugas COVID-19 Rembang turun tangan langsung. Bahkan ia sendiri sebagai ketua gugus tugas meninjau secara langsung.

"Di pondok setempat, protokol kesehatan sudah benar-benar diterapkan. Kita sudah lakukan rapid test sejak awal, ada sebanyak 300 santri dan para pengurus, hasilnya nonreaktif semua. Pondok-pondok lain juga sama, di-rapid, hasilnya juga semua nonreaktif," jelasnya.

Sementara saat disinggung tentang hasil tracing terhadap mendiang Gus Kamil, Hafidz menyebut sampai saat ini masih dalam penelusuran tim gugus tugas. Termasuk indikasi penyebab tertularnya Gus Kamil.

"Kami masih lakukan tracing. Soal Gus Kamil ini tidak bisa dijadikan satu dengan pondoknya, sebab beliau juga seorang Ketua DPRD. Kegiatan beliau bertemu masyarakat juga tinggi, kalau tertular dari santri jelas tidak karena semuanya nonreaktif. Sehingga, kami masih telusuri semuanya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi menyebut ada enam pesantren yang menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Untuk itu, dia mengatakan, perlu ada kewaspadaan dalam hal pencegahan dan penanganan Corona.

"PBNU akan dalam beberapa hari ke depan akan keluarkan surat edaran dari PBNU untuk melakukan langkah-langkah yang bisa bagaimana agar pesantren tidak menjadi tempat penyebaran yang lebih luas," ucap Masduki saat dihubungi, Selasa (13/7).

"Karena belajar dari kasus selama ini ada pesantren sudah jadi klaster penyebaran, ada enam pesantren maka harus jadi kewaspadaan kita semua," ucap Masduki.

Selanjutnya
Halaman
1 2