PBNU: 6 Pesantren Jadi Klaster COVID-19, Harus Waspada

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 08:13 WIB
Ketua Bidang Infokom MUI, Masduki Baidlowi (Lisye-detikcom)
Foto: Ketua Bidang Infokom MUI, Masduki Baidlowi (Lisye-detikcom)
Jakarta -

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi menyebut ada enam pesantren yang menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Untuk itu, dia mengatakan, perlu ada kewaspadaan dalam hal pencegahan dan penanganan Corona.

"PBNU akan dalam beberap hari ke depan akan keluarkan surat edaran dari PBNU untuk melakukan langkah-langkah yang bisa bagaimana agar pesantren tidak menjadi tempat penyebaran yang lebih luas," ucap Masduki saat dihubungi, Selasa (13/7/2020).

"Karena belajar dari kasus selama ini ada pesantren sudah jadi klaster penyebaran, ada enam pesantren maka harus jadi kewaspadaan kita semua," ucap Masduki.

Masduki mengatakan, pesantren yang menjadi klaster tersebar di berbagai daerah. Termasuk di Pesantren milik Ketua DPRD Rembang, KH Majid Kamil MZ atau Gus Kamil yang meninggal karena virus Corona.

"Pesantren yang sudah jadi klaster baru. Satu kayak Gontor, lalu ke dua pesantren, beberapa tempat, sudah ada kira-kira enam pesantren termasuk di tempat Gus Kamil, Ketua DPRD jadi salah seorang pimpinan pesantren di Sarang, Rembang. (klaster) ada di Magetan, di pesantren Tangerang," ucapnya.

Menurut Masduki, harus ada tindakan penanganan dilakukan oleh pesantren yang menemukan kasus postif COVID.

"Terhadap pesantren yang sudah masuk (pembelajaran) kemudian ada terpapar, harus dilakukan langkah karantina terhadap yang sudah positif, yang lain harus dilakukan tes, kan sepeti itu," ujarnya.

Tonton video 'Sekolah di Zona Hijau Bisa Beroperasi, Ini 6 Protokolnya':

Selanjutnya
Halaman
1 2 3