Zona Kuning Corona, Disdik Pekalongan Undur Kegiatan Pengenalan Sekolah

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 17:28 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan -

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah memutuskan menunda pelaksanaan kegiatan prakondisi sekolah yang rencananya berlangsung hari ini. Hal itu karena Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya merupakan zona hijau, saat ini masuk dalam zona kuning virus Corona atau COVID-19.

"Ya awalnya prakondisi sekolah tanggal 13 Juli. Namun adanya perkembangan yang ada, kita undur sampai waktu belum ditentukan," kata Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Aji Suryo saat dihubungi detikcom, Senin (13/7/2020).

Aji menerangkan, prakondisi sekolah yaitu pemberitahuan kepada para calon siswa kelas VII, ataupun siswa yang sudah naik kelas VIII maupun IX, tentang pembagian dan pengenalan kelas serta sekolah.

Aji menyebut pihaknya berencana memanggil para orang tua siswa secara bertahap untuk membahas kondisi terkini. Pertemuan itu direncanakan pekan depan.

"Rencananya minggu depan kita lakukan prakondisi (sekolah) juga, tapi yang kami panggil orang tuanya kalau diizinkan Pak Bupati," ujar Aji.

"Karena kondisinya belum memungkinkan, siswa tetap belajar dari rumah (BDR)," sambungnya.

"Gantian 50 persen dari kelas, itupun lamanya tidak sampai 1 jam," katanya.

"Tetapi pelaksanaan pembelajarannya menggunakan sistem belajar dari rumah atau BDR, atau pembelajaran jarak jauh," tambahnya.

Namun, dengan status Kabupaten Pekalongan zona kuning, prakondisi sekolah tersebut dibatalkan.

"Minggu depan kita menggunakan prakondisi juga yang kita panggil ke sekolah orang tuanya, ya 50 persen juga. Itu kalau nota dinas bupati diizinkan. Kalau tidak diizinkan ya berjalan seperti biasanya. Belajar dari rumah," katanya.

Dengan kondisi seperti saat ini, lanjutnya, pihaknya belum bisa memastikan kapan dimulainya aktivitas belajar-mengajar secara tatap muka di sekolah.

"Belum berani tatap muka, apa Agustus atau September nunggu perkembangan," katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Sragi, Titis Sulistyaningrum, mengatakan sedianya kegiatan pengenalan siswa baru dilakukan hari ini. Namun ada surat edaran baru dari hasil rapat dengan Gugus Tugas COVID-19, akhirnya prakondisi sekolah ditunda.

Selanjutnya
Halaman
1 2