FX Rudy Soal Solo Zona Hitam Corona: RS Moewardi Sampai Penuh

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 16:54 WIB
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (13/7/2020).
Foto: Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (13/7/2020). (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo menyatakan status Solo zona hitam Corona. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo pun tidak mempermasalahkan istilah tersebut.

Rudy mengatakan sebutan zona hitam digunakan agar masyarakat lebih waspada terhadap wabah virus Corona atau COVID-19. Sebab, kasus virus Corona masih terus bertambah hingga saat ini.

"Bolehlah dikatakan zona hitam biar masyarakat lebih waspada, biar hati-hatilah. Karena apapun virus ini tidak terlihat," kata Rudy saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Senin (13/7/2020).

Namun jika dilihat sesuai indikator dalam situs covid19.go.id, Kota Solo masih berstatus zona oranye. Zona oranye berarti risiko penularan virus Corona dalam kategori sedang.

"Kalau sekarang ya oranye tua. Tapi masalahnya semua pasien itu ngebyuk (berkumpul) di Solo. RSUD dr Moewardi itu sampai penuh sekarang. Kalau dibilang zona hitam, ya benar," katanya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo menyebut Solo zona hitam Corona akibat adanya peningkatan jumlah kasus secara drastis. Dalam sehari ada 18 penambahan kasus.

"Yang dirawat dari 4 orang jadi 22 orang kan banyak. Tambah satu kasus aja kita KLB (Kejadian Luar Biasa), apalagi ini 18," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, penambahan 18 kasus positif tersebut banyak disumbang dari klaster nakes RSUD dr Moewardi. Sebanyak 25 dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PDSS) Paru Universitas Sebelas Maret (UNS) di RSUD dr Moewardi Solo dinyatakan positif virus Corona Sabtu (11/7) malam.

(sip/ams)