Zona Merah Corona, Kasus Positif di Boyolali Hari Ini Tambah 13 Jadi 87

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 16:10 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, Senin (13/7/2020).
Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, Senin (13/7/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melonjak. Tambahan kasus positif Corona di Boyolali hari ini sebanyak 13 orang, sehingga total kasus positif virus Corona di Boyolali mencapai 87 kasus.

"Hingga siang hari ini, ada tambahan informasi notifikasi positif (Corona) lagi di Boyolali. Ada tambahan baru, sehingga total hingga siang ini ada 87 kasus positif di Kabupaten Boyolali," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, dalam keterangan pers di kantornya, Jalan Pandanaran, Boyolali, Senin (13/7/2020).

Sebaran kasus positif Corona di Boyolali juga semakin meluas. Dijelaskannya, tambahan 13 kasus baru per hari ini berasal dari sejumlah daerah di Boyolali. Dua orang di antaranya berasal dari Desa Sambi, Kecamatan Sambi dan dari Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo. Selain itu ada tiga pasien yang merupakan warga Desa Kayen, Kecamatan Juwangi dan seorang dari Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak.

Tujuh tambahan kasus baru lainnya yaitu yakni pasien dari dari Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo; seorang dari Desa Bakalan, Kecamatan Gladagsari; 1 dari Desa Catur, Kecamatan Sambi; 1 warga Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi; 1 dari Desa Teras, Kecamatan Teras, dan 1 dari Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali.

"(Pasien dari Desa Karanggeneng) Yang bersangkutan ini ceritanya sakit demam kemudian periksa di RSUD Pandan Arang, dilakukan pemeriksaan swab. Saat ini sudah dirawat di ruang Brotowali, RSUD Pandan Arang. Yang bersangkutan bukan penduduk Boyolali dan ber-KTP Semarang," imbuh dia.

Satu tambahan kasus baru lainnya yakni seorang balita yang baru berumur 4 bulan. Bayi tersebut dari Desa Karangduren, Kecamatan Sawit.

"Saat ini yang bersangkutan sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit Panti Waluyo Surakarta dan di sana dilakukan swab tenggorokan dan ternyata hasilnya positif dan kami mendapat pemberitahuan dari wilayah Kota Surakarta," kata Lina.

Dengan demikian, kasus positif Corona di Boyolali saat ini berjumlah 87 kasus. Rinciannya, yang sudah dinyatakan sembuh 53 pasien, masih dirawat 31 dan meninggal dunia 3 orang.

"Zonasi risiko daerah yang dinilai berdasarkan indikator kesehatan masyarakat, Kabupaten Boyolali sampai dengan hari ini berada di zona risiko tinggi (atau zona merah) dengan nilai 1,38," jelas Lina, sapaan akrabnya.

"Semoga yang kami sampaikan ini bisa menambah kewaspadaan masyarakat Boyolali terhadap proses penularan COVID-19. Jadi tetap harus selalu jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan selalu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan Germas," tandas Lina.

(rih/sip)