Pukat UGM Ungkap 5 Kejanggalan Tuntutan 1 Tahun Bui Penyerang Novel Baswedan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 12:49 WIB
ilustrasi kasus novel baswedan
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Yogyakarta -

Tuntutan 1 tahun penjara untuk penyerang Novel Baswedan mendapat respons luas dari berbagai kalangan. Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM menyebut ada lima kejanggalan dalam tuntutan 1 tahun jaksa penuntut umum (JPU) tersebut.

"Ada lima catatan kejanggalan tuntutan ringan kepada para terdakwa penganiayaan kasus Novel Baswedan. Kejanggalan itu sangat berdampak buruk kepada upaya pemberantasan korupsi," kata Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman kepada detikcom, Senin (15/6/2020).

Kejanggalan pertama, menurut Zaenur, adalah pernyataan JPU bahwa tidak ada niat para terdakwa dalam melakukan aksinya.

"Itu (pernyataan JPU) keliru ya, karena unsur rencana itu semua sudah terpenuhi. Di dalam hukum pidana itu dikenal rencana itu memutuskan kehendak dalam suasana tenang, tersedia waktu yang cukup sejak timbulnya kehendak dan juga pelaksanaan kehendak dalam keadaan tenang," paparnya.

"Nah, menurut saya ketiga unsur tersebut telah terbukti dengan adanya pengintaian dan penyiapan air keras oleh terdakwa. Menurut saya perbuatan para terdakwa itu adalah suatu kesengajaan," lanjut Zaenur.

Tonton video 'JPU Tuntut Setahun Bui Penyerang Novel, Komjak: Kami Pahami Publik Kecewa':