Round-Up

Babak Baru Teror dan Tudingan Makar Profesor UII Gegara Diskusi Pemakzulan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 10:53 WIB
Guru Besar UII Profesor Nimatul Huda melapor tudingan makar ke Polda DIY, Selasa (2/6/2020).
Profesor Ni'matul Huda melapor tudingan makar ke Polda DIY, Selasa (2/6/2020). (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Yogyakarta -

Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Ni'matul Huda akhirnya ambil tindakan hukum terkait teror dan tudingan makar yang menyasarnya. Ni'ma bersama kuasa hukumnya mendatangi Polda DIY kemarin.

"Laporan terkait dengan tuduhan bahwa saya akan melakukan gerakan makar. Kemudian juga penghinaan karena mengatakan kami kelompok sampah, kemudian ancaman melalui WA (WhatsApp). Kami laporkan," kata Ni'ma saat ditemui wartawan di Mapolda DIY, Sleman, Selasa (2/6/2020).

Ni'ma dituduh makar terkait dirinya narasumber diskusi bertajuk 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' yang rencananya diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) yang tergabung dalam Constitutional Law Society (CLS). Diskusi yang rencananya digelar secara online pada Jumat 29 Mei 2020 akhirnya batal karena orang-orang yang terlibat di dalamnya mendapat teror dan ancaman.

Didampingi kuasa hukum dan Dekan FH UII Abdul Jamil dan kolega mereka melaporkan dua kasus. Pertama yakni kasus tuduhan makar kemudian penghinaan dan kedua yakni teror dan ancaman.

"Ada dua laporan. Satu laporan satu aduan," lanjutnya.

Ni'ma mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukan ancaman terhadap dirinya. Namun, ancaman itu bukan hanya karena dia didatangi orang tak dikenal akan tetapi ancaman juga dilakukan melalui pesan WA.

"Yang pengancaman melalui WhatsApp dan di rumah saya tidak tahu. Masih laporan," ungkapnya.

Simak video 'Diskusi Pemakzulan Jokowi di Tengah Pandemi, Ade Armando: Tidak Pantas':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2