Terungkap! Orang Gila di Boyolali Tewas Usai Dikeroyok dengan Brutal

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 14:41 WIB
Rekonstruksi pengeroyokan orang gila hingga tewas di Mapolres Boyolali
Foto: Rekonstruksi pengeroyokan orang gila hingga tewas di Mapolres Boyolali. (Ragil/detikcom)
Boyolali -

Kasus pengeroyokan terhadap orang gila hingga tewas di Boyolali pada April lalu itu direka ulang. Dari reka ulang terlihat korban tak hanya dipukul dengan tangan kosong, namun juga memakai kayu, besi dan senjata tajam.

"Ya, hari ini kita melaksanakan rekonstruksi kejadian kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu A.M Tohari, usai rekonstruksi di halaman Satreskrim Polres Boyolali, Jl Solo-Semarang, Mojosongo, Boyolali, Kamis (14/5/2020).

Rekonstruksi ini juga disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Boyolali, dan penasihat hukum para tersangka. Dalam kasus ini polisi telah menangkap sembilan tersangka yang terdiri dari enam orang dewasa, dan tiga tersangka di bawah umur.

Selain sembilan tersangka ini, polisi juga masih memburu dua tersangka lainnya. Kedua tersangka yang buron itu bernama Bimbo dan Andika.

"Ya ada dua DPO, sampai sekarang masih kita cari. Namun belum kita temukan yang dua DPO itu," katanya.

Rekonstruksi menghadirkan sembilan tersangka. Mereka yaitu yakni MR (23), YB (19), BD (33), AWB (24), HH (19) dan AW (23). Kemudian tiga pelaku dibawah umur dan masih berstatus sebagai pelajar masing-masing ODP (17), VY (16) dan ATN (17), sedangkan dua tersangka yang masih buron, digantikan petugas.

"Ada 30 adegan yang diperankan para tersangka," jelas Tohari.

Adegan dimulai dari korban, Arjuna Very (47), sedang duduk di depan rumah makan ayam goreng Pengging sembari merokok. Kemudian didatangi tersangka ODP yang menanyakan keperluan korban berada di tempat tersebut.

Lalu korban berjalan ke utara. Baru sekitar lima meter datang tersangka AW menanyakan asal korban dan KTP-nya. Kemudian korban dibawa AW, ke seberang jalan depan pom bensin mini.

Di tempat tersebut, AW kembali bertanya tetapi korban hanya diam. Lalu datang para warga lainnya termasuk sejumlah tersangka. Saat warga menanyai korban, tiba-tiba tersangka Bimbo (masih DPO) memukul kepala korban menggunakan kayu dan menendangnya.

Akibatnya kepala korban terluka dan berdarah. Warga lainnya pun ikut memukuli korban. Lalu, korban didudukkan di dekat gapura dengan maksud agar korban dapat menjawab pertanyaan warga.

Namun di tempat itu korban justru kembali dianiaya sejumlah tersangka. Dari gapura, korban dibawa warga lagi ke arah utara menjauh dari kerumunan massa.

Selanjutnya
Halaman
1 2