Fakta-fakta Pelaksanaan Isolasi Wilayah Kota Tegal dalam Sepekan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 08:48 WIB
Isolasi wilayah Kota Tegal, Jumat (3/4/2020).
Foto: Isolasi wilayah Kota Tegal, Jumat (3/4/2020). (Imam Suripto/detikcom)
Rabu, 1 April 2020

Tiap hari, Posko Covid -19 di perbatasan memeriksa rata-rata 100-150 kendaraan yang akan masuk ke Kota Tegal. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari mengungkap sebagian besar pendatang yang masuk Kota Tegal adalah pengendara motor. Sisanya adalah pendatang yang mengendarai roda empat.


Sedangkan Ketua Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kota Tegal, Johardi, kembali menegaskan bahwa ada bantuan bantuan kepada warga miskin selama pelaksanaan isolasi wilayah. "Bantuan sembako untuk orang miskin gratis dan beda dengan pasar murah. Sedangkan untuk yang pasar murah hari ini masih berproses," kata Johardi.

Dia mengungkap Pemkot Tegal mengalokasikan anggaran Rp 14,5 miliar untuk membantu warga miskin, juru parkir dan pedagang kaki lima (PKL). Demikian pula keluarga pasien ODP, PDP, tenaga medis, dan relawan. Data di Gugus Tugas mencatat ada keluarga PDP dan ODP sebanyak 100 orang, relawan 50 orang, dan tenaga medis 1.000 orang di Kota Tegal.

Kamis, 2 April 2020

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta isolasi wilayah di Kota Tegal menyesuaikan dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diputuskan oleh Pemerintah Pusat. Ganjar juga meminta daerah lain membuat skenario pembatasan namun dengan persiapan matang.

"Sekarang kita minta (Pemkot Tegal) menyesuaikan dan evaluasi. Pelaksanaannya seperti apa, termasuk apa yang mesti dilakukan," kata Ganjar, Kamis (2/4).