Tolong, Keluarga Tersangka Tragedi SMPN 1 Turi Juga Alami Trauma

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 18:02 WIB
Polres Sleman akhirnya menghadirkan tiga tersangka yang bertanggung jawab atas tragedi siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat susur Sungai Sempor, Donokerto, Turi, Sleman pada Jumat (21/2). Tragedi itu mengakibatkan 10 siswi tewas.
Tiga pembina Pramuka tersangka tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman. (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman, yang menewaskan 10 siswi bergulir di kepolisian. Tiga pembina Pramuka sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun ada dampak lain yang ditimbulkan dari kasus tersebut. Selain siswa-siswi SMPN 1 Turi yang selamat dari tragedi susur sungai pada Jumat (21/2) itu, ternyata keluarga tersangka juga mengalami tekanan atau trauma.

Agus Sukamta (58), perwakilan dari keluarga tersangka Isfan Yoppy Andiran alias IYA (36), mengungkapkan hal tersebut. Agus mengatakan saat ini kondisi keluarga Isfan mengalami tekanan hingga takut bertemu dengan orang.

"Kami bisa memahami, dengan IT (teknologi informasi) yang berkembang, yakni media sosial, sehingga dijadikan viral, itu tentunya yang terjadi pada keluarga IYA. Anaknya takut, bahkan istrinya ini takut, untuk ketemu orang takut," kata Agus saat ditemui di Sleman, Rabu (26/2/2020).

Agus juga menyebut ada tekanan yang besar dari lingkungan sekitar. Bahkan, ujarnya, istri tersangka sering mengigau.

"Tekanan lingkungan besar sekali. Pihak keluarga sangat sedih melihat kejadian itu. Istri sering mengigau dan bertanya-tanya 'bagaimana kondisi anak didik yang hanyut'. Sering seperti itu," ungkapnya.

Pihak keluarga, kata Agus, tidak bisa berbuat banyak. Sebab, menurutnya, medsos tidak bisa dikontrol.

"Persoalan tekanan yang terjadi di medsos itu memang sangat mempengaruhi. Tapi kami sadar medsos itu adalah teknologi pesat. Kami tidak bisa berbuat banyak," paparnya.

Pihak keluarga hanya bisa berharap agar hal-hal terkait peristiwa susur sungai SMPN 1 Turi tidak lagi diviralkan. Diharapkan kondisi psikis istri dan anak tersangka bisa kembali normal lagi. Meski begitu, pihak keluarga mengaku menghormati proses hukum di kepolisian.

"Kami keluarga hanya bisa menerima, (tapi) tolong jangan viralkan karena ini berpengaruh ke istri dan anak," pintanya.

Tonton juga Guru Tersangka Tewasnya 10 Siswi dalam Susur Sungai Minta Maaf :

Selanjutnya
Halaman
1 2 3