Round-Up

Setor Rp 30 Juta ke Keraton Agung Sejagat, Jabatan Menteri Didapat

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 08:15 WIB
Foto: Keraton Agung Sejagat sebelum ditutup aparat. (Rinto Heksantoro/detikcom)

Toto dan Fanni dijerat dengan Pasal 14 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang menyiarkan berita bohong dan menerbitkan keonaran serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.


Hal lain yang terkuak yaitu Toto dan Fanni ternyata bukan suami istri sah. Kepolisian masih mendalami hubungan keduanya dan Rycko masih mengungkapkan jika keduanya adalah teman.

"(Fanni) yang diakui (Toto) sebagai permaisuri bukan istrinya," pungkasnya.

Sang Raja juga ternyata bukan warga Purworejo, ia asli Jakarta dan kos di Yogyakarta tepatnya di di Jalan Berjo-Pare, RT 05 RW 04, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Di kosnya itu ia membuka angkringan. Bahkan tim yang dipimpin Direskrimum Polda Jateng Kombes Budi Haryanto menangkap Toto di Wates, bukan di kerajannya.

"Ditangkap di Wates," tegas Rycko.


Yang tidak masuk akal dari pegakuan Toto yaitu ia mendirikan kerajaan berdasar wangsit. Bahkan kepada polisi ia berkelit keratonnya akan jadi pusat kerajaan Mataram. Padahal dalam penelusuran polisi, Toto pernah berusaha mendirikan hal serupa di Yogyakarta tapi gagal.

"Wangsit katanya. (Isi wangsit-nya) yang untuk segera mendirikan kelanjutan daripada Kerajaan Mataram, pusatnya di Kecamatan Bayan, Purworejo," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4