Cerita Punggawa Keraton Agung Sejagat soal Aturan Kirab Naik Kuda

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 16:24 WIB
'Raja' dan 'Ratu' Keraton Agung Sejagat (Foto: dok. Istimewa)
Purworejo -
Pengikut Keraton Agung Sejagat, Setiyono Eko PratoloPengikut Keraton Agung Sejagat, Setiyono Eko Pratolo (Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Keraton Agung Sejagat
pernah menggelar kirab budaya di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. Selain 'Raja' dan 'Ratu', ada belasan punggawa yang ikut berkuda. Siapa saja?

Salah seorang punggawa Keraton Agung Sejagat, Setiyono Eko Pratolo, menceritakan ada perlakuan khusus bagi yang memiliki pangkat dan diperkenankan naik kuda saat kirab.

"Kalau saya jalan, tapi untuk raja, permaisuri, dan yang bintang empat menunggang 15 kuda," kata Eko saat ditemui di Balai Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Rabu (15/1/2020).


Eko mengaku sudah memiliki tiga bintang di pundaknya. Namun dia tidak mengetahui detail soal pemberian bintang itu.

"Kalau jabatan ya saya tidak tahu, tapi saya sudah ada bintang tiga. Kalau sebutannya selain raja dan permaisuri setahu saya hanya punggawa keraton," ungkapnya.



Eko menambahkan ada beberapa gelar yang diberikan Keraton Agung Sejagat itu. Secara struktur pemerintahan ada raja, maha menteri, maha patih, demang, dan bekel.

"Tapi setahu saya ada juga resi dan empu juga," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Toto Santoso Hadiningrat membuat geger masyarakat dengan tampil dan mengklaim dirinya sebagai raja di Keraton Agung Sejagat. Saat ini Toto dan Fanni Aminadia, yang berperan sebagai permaisuri, telah ditangkap polisi dengan sangkaan penipuan dan keonaran.


Simak Video "Kapolda Beberkan Modus di Balik Deklarasi Keraton Agung Sejagat"

[Gambas:Video 20detik]

(ams/mbr)