Pembina Pramuka yang Ajarkan Tepuk 'No Kafir' Dipastikan Tak Lulus KML

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 00:02 WIB
Foto: kemenpora
Foto: kemenpora
Yogyakarta - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta tidak akan meluluskan E, pembina Pramuka asal Gunungkidul yang mengajarkan tepuk 'no kafir' dalam kursus mahir lanjutan (KML) pembina Pramuka di Yogyakarta.

"Iya (E tidak diluluskan)," ujar Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarcab Kota Yogyakarta, Suraji Widarta, kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi D dan Dispora di Ruang Rapat Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Selasa (14/1/2020).

"Kemudian untuk tindak lanjut kami sudah memberikan teguran secara lisan, dan ini pun kita juga akan menindaklanjutinya dengan apa yang menjadi arahan dari Komisi D tentang ijazah (tidak diberikan ke E)," lanjutnya.


Kepala Dispora Kota Yogyakarta yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi, Manajemen dan Hukum Kwarda DIY, Edy Heri Suasana, menilai E tidak menguasai materi KML karena telah mengajarkan tepuk dengan yel-yel 'Islam Yes, Kafir No'. Untuk itu, ia meminta Kwarcab mengambil tindakan tegas dengan tidak meluluskan E.

"Kalau kemudian ada isu SARA seperti itu dimunculkan di Pramuka yang bukan menjadi materi, itu artinya (E) tidak memahami materi (KML) itu. Satu saja dia menyampaikan itu, berarti dia tidak memahami konsep nasionalisme," jelas Edy.


Lebih lanjut, Edy mengatakan bahwa Kwarda DIY menunggu keputusan Dewan Kehormatan Kwarcab Gunungkidul mengenai sanksi yang akan diberikan untuk E. "Nanti rekomendasi dari dewan kehormatan di sana (Kwarcab Gunungkidul) seperti apa, kita akan kaji," ujarnya.

"Kami punya SOP, standar-standar dalam mencabut hak seseorang yang menjadi pembina (Pramuka)," lanjutnya.

E diketahui mengajarkan tepuk 'Islam Yes, Kafir No' saat mengikuti praktik kursus mahir lanjutan (KML) pembina Pramuka diselenggarakan Kwarcab Kota Yogyakarta di SD N Timuran Yogyakarta, Jumat (10/1) lalu.

Edy menuturkan, pihaknya telah membahas masalah ini di internal Kwarda DIY. Namun Kwarda DIY masih menunggu sikap resmi dari Dewan Kehormatan Kwarcab Gunungkidul terlebih dahulu.

"Pun kalau kasus ini kami tidak mengambil langkah, pasti nanti diambil langkah di (Kwartir) Nasional," tutupnya.



Tonton juga video Makian 'Kafir' untuk 2 Kader Banser Berbuah Beasiswa Pendidikan:

[Gambas:Video 20detik]



(ush/mbr)