Kaleidoskop 2019

Mutilasi Sadis PNS Bandung hingga Ibu Kubur Anak Sendiri di Cilacap

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 21:10 WIB
Peragakan mutilasi PNS Bandung di Banyumas. Foto: Arbi Anugrah/detikcom

Saat gundukan tanah dibongkar FH ditemukan terbungkus plastik bening berukuran sedang yang diikat kencang dengan tali. Jenazahnya dipendam dalam tanah kurang lebih 30 cm. Ibu FH, Sri menjadi tersangka pembunuhan. Aksi keji itu dia lakukan karena berlatar belakang masalah ekonomi.

"Ibu korban yang diduga sebagai pelaku tega membuat anaknya kelaparan sampai meninggal. Dan tidak menyampaikan kepada masyarakat dengan upaya sendiri menimbun jenazah putrinya di pekarangan rumahnya tanpa sepengetahuan tetangga maupun tokoh masyarakat, dan saat ini masih dalam proses," kata Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto.

4. Temuan Kerangka 4 Bersaudara di Kebun Belakang Rumah Banyumas

Penemuan kerangka empat bersaudara di Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Banyumas juga menghebohkan warga pada Agustus 2019. Keempat bersaudara ini belakangan diketahui sebagai korban pembunuhan yang dilakukan keluarga sendiri pada 9 Oktober 2014 silam.

Keempat kerangka itu yakni Supratno alias Ratno (51) anak pertama ibu Misem, Sugiono alias Yono (46) anak ketiga dan Heri Sutiawan alias Heri (41) anak kelima serta cucu ibu Misem, Vivin Dwi Loveana alias Pipin (22).


Para pelakunya sendiri merupakan keponakan dan sepupu para korban, yakni Irfan Firmsyah, Achmad Saputra, Saniah Roulita dan Saminah. Ketiga pelaku adalah ibu dan tiga anak kandungnya. Sedangkan Saminah merupakan anak kedua dari Misem.


Untuk menutupi perbuatannya, para pelaku sempat menyebarkan kabar bohong jika para korban pergi merantau ke Jakarta. Bahkan disebut pergi karena ingin gabung Gafatar. Belakangan diketahui motif pembunuhan ini berlatar dendam, dan warisan.

"Anak-anaknya ini menyaksikan ibunya (Saminah) dikeroyok tiga lawan satu. Selalu seperti itu dan tiga anaknya begitu mereka sudah beranjak dewasa, mereka ikut terlibat. Merasa mereka harus melindungi ibunya, sehingga mereka ikut membela ibunya," kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun.
Halaman

(ams/sip)