Kaleidoskop 2019

Mutilasi Sadis PNS Bandung hingga Ibu Kubur Anak Sendiri di Cilacap

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 21:10 WIB
Peragakan mutilasi PNS Bandung di Banyumas. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas - Sejumlah peristiwa kriminal di Cilacap dan Banyumas sepanjang 2019 ini membuat geger publik. Mulai dari kasus masjid yang diacak-acak, mutilasi PNS Kemenag Bandung, penemuan kerangka satu keluarga yang sempat dikira gabung Gafatar, hingga anak yang dibunuh ibu karena masalah ekonomi di Cilacap.

Berikut rangkumannya:

1. Masjid Diacak-acak Orang Tak Dikenal dan Kitab Dibuang ke Sumur

Warga Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Banyumas digegerkan dengan kejadian yang meresahkan dengan mengacak-acak masjid Jami Daarussalam dan membuang kitab-kitab di TPA Daarussalam. Kejadian tersebut dilakukan di lima titik pada Kamis (21/3) sekitar pukul 02.30-04.00 WIB.


Kejadian itu bermula dari pengerusakan karung padi milik petani di sekitar area Pondok Jami Miftahul Fallah Desa Buniayu. Karung milik petani itu ditusuk-tusuk hingga sobek. Tak berhenti di situ, pelaku juga merusak puluhan pohon durian, albasia, dan jati yang ditanam para santri. Pohon-pohon itu ditebas hingga tumbang.

Peristiwa ini pun sempat mendapat sorotan dari Ketua MUI Kabupaten Banyumas KH Khariri Shofa yang meminta umat Islam tidak terprovokasi peristiwa ini. Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku diketahui bernama Anal Rojikun (31).


Pelaku mengaku mendapat bisikan dan berbicara melantur. Belakangan diketahui ulah mengacak-acak masjid itu dilakukan karena pelaku sakit hati dikeluarkan dari Ponpes Miftahul Fallah.

"Motif dari perbuatan tersebut tidak ada motif lain hanya sakit hati. Jadi dia pernah menjadi santri di pondok Miftahul Fallah milik Kiai Dailami, kemudian dikeluarkan dari situ," jelas Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun kepada wartawan, Jumat (22/3).
Selanjutnya
Halaman
1 2 3