Round-Up

Teror Belasan King Cobra di Warung Mi Ayam yang Bikin Penghuni Mengungsi

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 07:36 WIB
Anakan king cobra yang ditangkap petugas di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/ detikcom)
Klaten - Teror belasan ular jenis king cobra membuat Sarmiati (38) penjual mi ayam di Karangdowo, Klaten, Jateng, khawatir. Tidak hanya menutup usahanya, selama tiga hari tetapi juga terpaksa mengungsi di lokasi aman.

''Pada Kamis malam (5/12) begitu ditemukan dua lagi. Terus kami sekeluarga menginap di rumah orang tua,'' ungkap Sarmiati pada detikcom, Selasa (10/12).

Belasan anak ular tersebut ditemukan di warung Sarmiati di tepi Jalan Pedan-Karangdowo, Dusun Grembyang, Desa Karangwungu, berturut-turut selama sepekan sejak hari Senin (2/12). Pertama kali ditemukan masuk rumah 1 ekor di dalam rumah dan 1 ekor dikejar masuk ke sumur.


Selasa sorenya (3/12) mendapatkan satu ekor lagi. Posisi ularnya saat itu di kamar mandi. Rabu ditemukan lagi dan saat dikejar jatuh lagi ke sumur.

''Pada Kamis (5/12) malam ditemukan lagi dua ekor di dalam rumah. Dua ekor itu langsung dimatikan dan kami putuskan menginap di rumah orang tua,'' lanjut Sarmiati.


Baru pada Jumat (6/12) paginya sekitar pukul 09.00.WIB keluarganya melapor ke tim pemadam kabakaran Pemkab Klaten. Tim datang dan langsung menyisir rumah.

Yang disisir termasuk ke kebun di belakang warung yang diduga tempat ular masuk dari sawah. Di belakang warung ditemukan lubang pagar di tembok.

''Ditemukan lubang di pagar yang dicurigai sebagai tempat keluar masuknya ular dari sawah, Oleh (petugas) Damkar diminta ditambal,'' tambahnya.

Ular-ular yang menurut tim Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten merupakan jenis king cobra itu memang belum mengigit siapapun tetapi sempat membuat usaha berjualan mi ayamnya berhenti berjualan.


Warung tutup sejak hari Jumat- Sabtu. Dia meyakini jumlah ular yang ditemukan di warungnya 13 ekor. Yang ditangani keluarga ada 6 ekor dan yang dipergoki tim Damkar ada 7 tetapi 2 ekor lari saat hendak dilakukan penangkapan.

Menurut Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, dalam setahun 2019 memang ada tiga kasus laporan ular yang disampaikan masyarakat ke pemadam. Namun 3 kasus itu semua ular tidak berbisa ganas sebab hanya ular sawah.

''Selama ini hanya ular sawah, Untuk kasus di Kecamatan Karangdowo semua ular kobra (king cobra),'' ungkap Sumino.

Ular di Desa Karangwungu itu diyakini sebagai jenis king cobra sebab ada garis kuning di leher dan badannya. Yang dievakuasi tim Damkar ada 6 ekor.

Anggota tim rescue animal Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Edi Setyawan, mengatakan di lokasi belakang warung mi ada kebun. Kebun itu diduga menjadi sarang ular.


''Sudah kami sisir semua sampahnya dan setelah ditemukan 6 ekor kami pastikan tidak ada lagi lainnya. Terus kita bakar tumpukan sampah yang diduga jadi sarangnya,'' jelas Edi.

Lokasi warung mepet sawah dan ada lubang di pagar yang jadi masuknya ular, tim sudah meminta lubang ditutup dengan semen. (mbr/mbr)