detikNews
Kamis 26 September 2019, 14:07 WIB

Seru! Ada Mantan Suami Istri Bertarung di Pilkades Serentak di Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Seru! Ada Mantan Suami Istri Bertarung di Pilkades Serentak di Sragen Pilkades di Desa Sidoharjo Kecamatan Masaran, Sragen. Foto: Andika Tarmy/detikcom
Sragen - Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sragen menyelipkan beragam cerita. Salah satunya persaingan sengit antarcalon yang berstatus pasangan suami istri (pasutri), ibu-anak, bahkan mantan suami istri.

Pilkades Desa Gebang, Kecamatan Masaran misalnya. Dua calon kepala desa (cakades) yang bersaing adalah kades petahana Jumanto dan istrinya, Novi Purwidiyati. Kepada wartawan, Jumanto blak-blakan mengakui istrinya mencalonkan diri karena tidak ada calon lain yang menantang dirinya dalam pilkades tahun ini.

"Di aturan pilkades kan tidak memperbolehkan calon tunggal. Sedangkan mayoritas warga masih menginginkan saya untuk memimpin lagi sehingga tidak ada yang mau mencalonkan diri. Istri saya kemudian saya dorong untuk maju mendampingi saya," ujar Jumanto ditemui di rumahnya, Kamis (26/9/2019).


Warga Gebang sendiri, lanjutnya, sudah memahami kondisi ini. Pada masa kampanye kedua cakades justru kompak mempromosikan satu calon yakni petahana. Hal tersebut diakui sendiri oleh sang istri, Novi.

"Iya saya sampaikan kepada warga, bahwa saya maju untuk mendukung kelanjutan program suami saya. Jadi sebaiknya jangan pilih saya, pilih bapak (Jumanto)," ujar Novi.

Situasi ini membuat Jumanto percaya diri akan memenangi Pilkades Gebang tahun ini. Menurutnya, ini bukti kerja kerasnya 6 tahun terakhir benar-benar dihargai oleh warga.

"Periode lalu, sehari sebelum hari pencoblosan saya sampai tidak bisa tidur karena deg-degan. Waktu itu kan persaingan sengit, beda dengan sekarang, pikiran saya jauh lebih tenang," kata Jumanto.

Cakades Pasturi Hingga Mantan Suami-istri Menghiasi Pilkades Serentak di SragenJumanto-Novi Puwidiyati, pasutri Cakades Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen. Foto: Andika Tarmy/detikcom

Hal yang sama terjadi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo yang juga hanya diikuti oleh dua cakades. Bedanya, kades petahana Titik Saptawati mengajukan anaknya sendiri Lilik Anes Ambarwati sebagai rival.

Titik, yang maju pilkades untuk ketiga kalinya, gagal mendapatkan lawan dalam pilkades tahun ini. Lilik sang anak pun maju sebagai rival. Uniknya hal yang sama juga terjadi saat Pilkades 2013 lalu.

Seperti pilkades sebelumnya, Lilik justru mempromosikan ibunya saat kampanye. Saat pengundian nomor urut misalnya, mobil yang dinaiki Lilik justru dipasangi poster bergambar sang ibu.

"Saat kampanye kemarin anak saya juga sampaikan kepada warga, dirinya mencalonkan diri karena mengemban amanah dari ibu. Jadi kampanyenya malah meminta warga untuk membantu memilih saya," kata Titik.

Hal berbeda terjadi di Desa Krebet, Kecamatan Masaran. Kades petahana, Anggun Mahardika mendapatkan tantangan dari mantan istrinya, Suwarti. Persaingan di Pilkades Krebet dipastikan sengit.

"Di Desa Krebet ada tiga calon yang maju. Pasangan nomor urut satu Setun Setiyono, nomor urut dua kades petahana Anggun Mahardika, sedang mantan istri Anggun, Suwarti mendapatkan nomor urut tiga. Saat kampanye kemarin semuanya serius berebut simpati warga. Kalau untuk pemenangnya kita lihat saja nanti saat penghitungan," terang Antok, salah satu warga Desa Krebet.


Menurut Kabag Pemerintahan Desa Setda Sragen, Hildawati Aziroh, fenomena ini dianggap wajar. Pasalnya seluruh warga memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sepanjang memenuhi persyaratan.

"Karena menurut aturan memang tidak mengenal calon tunggal ataupun melawan kotak kosong. Jika pendaftar (cakades) hanya satu, maka tahapan pendaftaran akan diperpanjang sampai ada lawannya. Sehingga banyak yang mengajukan famili terdekat untuk melengkapi. Tapi pada akhirnya kan pilihan warga yang menentukan," ujarnya.

Bagian Pemdes, lanjut Hildawati, tidak secara spesifik menghitung jumlah pasangan suami-istri ataupun keluarga dalam pilkades tahun ini yang digelar di 167 desa. Namun menurutnya jumlahnya tidak sampai 10 persen.

"Pilkades serentak tahun ini diikuti 465 cakades. Calon petahana jumlahnya 125 orang. Mantan kades yang mencalonkan kembali ada 62 orang. Berdasarkan jenis kelamin, cakades pria ada 419 orang sementara cakades perempuan 46 orang," terang Hildawati.


(rih/rih)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com