detikNews
Senin 15 Juli 2019, 22:07 WIB

Pelaku Tabrak Lari di Solo Belum Ditangkap, Apa Kabar E-Tilang?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Pelaku Tabrak Lari di Solo Belum Ditangkap, Apa Kabar E-Tilang? Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Dua pekan setelah kejadian tabrak lari di jalan layang Manahan Solo, pelaku masih belum ditangkap. Lalu masih berfungsikah kamera CCTV Polresta Surakarta untuk e-tilang?

Seperti diberitakan, peristiwa tabrak lari terjadi di atas jalan layang pada 1 Juli 2019 dini hari. Setelah menabrak motor yang ditumpangi warga Serengan, Solo, bernama Retnoning Tri, mobil tersebut kabur ke arah barat melintasi Jalan Adi Sucipto.

Diketahui mulai jalan layang hingga sepanjang Jalan Adi Sucipto telah dipasang puluhan CCTV, baik milik Dishub Surakarta ataupun Polresta Surakarta. Selain itu, masih ada CCTV yang dipasang di toko-toko atau rumah sepanjang jalan itu.

Polisi mengklaim seluruh CCTV miliknya berfungsi optimal. Bahkan berdasarkan pemeriksaan 12 CCTV Dishub dan Polresta, serta 30-an CCTV milik warga, pihaknya dapat mengidentifikasi mobil yang digunakan pelaku tabrak lari.

"Semua berfungsi dengan baik. Kami juga dapat mengidentifikasi mobil tersebut dari kamera CCTV kami," kata Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Busroni saat dihubungi detikcom, Senin (15/7/2019).

Namun pelaksanaan e-tilang di Solo saat ini memang sudah dihentikan sementara sejak sekitar April 2019. Dia menampik bahwa ada masalah dengan kamera CCTV mereka.

"Memang dihentikan sementara karena kami perbaiki dulu mekanisme e-tilangnya, ada sistem yang harus diupgrade. Kalau kameranya tidak masalah," ujar dia.

Dia meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Dia berjanji akan segera mengungkap pelaku tabrak lari tersebut.

"Kami masih butuh bukti-bukti lain agar pelaku tidak bisa mengelak lagi. Ini sengaja belum kami ungkap karena alasan penyelidikan. Pada saatnya akan kami ungkap ke publik," kata Busroni.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, meminta masyarakat tidak menyalahkan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah ataupun kepolisian. Menurutnya, kecelakaan tersebut terjadi akibat human error.

"Dari video kan jelas terlihat mobilnya keluar dari garis. Kebetulan juga sepeda motornya di sisi kanan, sehingga terjadi kecelakaan," ungkap Rudy.

Sedangkan mengenai pelaksanaan e-tilang untuk menjerat pelaku, pihaknya menyerahkan tersebut kepada polisi. Dia yakin polisi akan segera menemukan pelakunya.

"Polisi kan sudah mengidentifikasi kendaraannya. Kami percayakan pada polisi saja, pasti akan segera ditangkap," kata dia.

Dalam waktu dekat, pemkot akan menambah rambu-rambu sebagai pengingat agar pengguna jalan benar-benar hati-hati saat melintasi jalan layang.

"Itu sudah tidak mungkin kalau diberi median jalan, justru nanti lebih berbahaya. Desain overpass itu sudah dibuat seoptimal mungkin," pungkasnya.


Simak Video "Detik-detik Mobil Tabrak Lari Pemotor di Overpass Solo"
[Gambas:Video 20detik]

(bai/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +