UGM Segera Sampaikan Rekomendasi Komite Etik Kasus Perkosaan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 18 Jan 2019 22:15 WIB
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Sleman - Rekomendasi Komite Etik terkait kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi UGM segera disampaikan ke publik. Molornya rekomendasi karena Komite Etik ingin meminimalisasi dampak kepada semua pihak.

"(Untuk hasil rekomendasi Komite Etik kasus Agni) Dalam waktu dekat," ujar Wakil Rektor (Warek) Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna Sugarda kepada wartawan usai peluncuran mobil listrik di Gedung Pusat UGM, Bulaksumur, Sleman, Jumat (18/1/2019).

Menurutnya, proses terbitnya rekomendasi tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Mengingat rekomendasi itu adalah rujukan yang dipakai UGM dalam memberikan sanksi akademis kepada yang bersangkutan.

"(Rekomendasinya lama) Karena kita mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam menangani kasus ini. Semua itu agar tidak menimbulkan dampak yang besar," ucapnya.

Diketahui bersama, pimpinan UGM masih menunggu rekomendasi Komite Etik untuk mengeluarkan sanksi final terhadap terduga pelaku pelecehan seksual. Bahkan, pimpinan UGM memberi batas waktu hingga akhir tahun agar Komite Etik segera memberikan rekomendasi.

"Sanksi itu akan dikeluarkan oleh Pimpinan Universitas (UGM) setelah mendapatkan rekomendasi dari Komite Etik. Karena itu, kita dorong Komite Etik agar bekerja cepat agar kasus ini (Dugaan pelecehan seksual) bisa segera selesai," katanya.

Ia mengatakan Komite Etik dibentuk melalui SK Rektor nomor 1991/UN1.P/SK/HUKOR/2018. Komite Etik tersebut terdiri dari 7 orang yang berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti hukum, fisipol dan filsafat.

Lebih lanjut, dalam prosesnya hasil rekomendasi yang dikeluarkan oleh komite tersebut tidak akan terpengaruh oleh hasil penyelidikan polisi.

"Kami nyatakan tidak, karena Komite Etik bekerja independent untuk memberi rekomendasi ke pimpinan. Kami beri batas waktu ke komite," katanya.

Ditambahkannya, untuk status penyintas dan terduga pelaku hingga saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa UGM. Bahkan saat ini penyintas sedang dalam proses bimbingan skripsi

"Kalau terduga pelaku skripsinya sudah selesai, tapi wisudanya kita tunda. Jadi dia (Terduga pelaku) belum bisa dikatakan lulusan Fakultas Teknik UGM," tukasnya. (bgs/bgs)