detikNews
Kamis 27 Desember 2018, 16:24 WIB

Polda DIY Akan Beberkan Progres Dugaan Perkosaan Mahasiswi UGM Besok

Ristu Hanafi - detikNews
Polda DIY Akan Beberkan Progres Dugaan Perkosaan Mahasiswi UGM Besok Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Polda DIY menaikkan proses hukum kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi UGM ke tahap penyidikan. Korban telah membuat laporan polisi dengan didampingi kuasa hukum.

Lalu, apakah sudah ada penetapan tersangka? Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto menyebutkan akan menggelar jumpa pers untuk keterangan lebih detail.

"Sabtu besok ada konferensi pers lagi, yang lebih detail. Kalau di laporan polisi yang dibuat pekan lalu, ada pihak pelapor dan terlapornya," kata Yuliyanto kepada wartawan di Mapolda DIY, Kamis (27/12/2018).

Yuliyanto mengungkapkan, dalam kasus ini pihak korban dan terlapor memang sudah didampingi kuasa hukum. Pihak kuasa hukum nanti juga akan hadir dalam jumpa pers tersebut.

"Dari dua pihak didampingi pengacara," sebutnya.


"Salah satu pengacara dari dua pihak menyampaikan ke penyidik, Sabtu akan ikut jumpa pers. Untuk lokasi dan waktunya nanti menyusul," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini terkuak ke publik sejak tulisan dari Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM berjudul 'Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan' dipublikasikan.


Saat dimintai konfirmasi, saat itu UGM mengungkap bahwa ada tim investigasi internal yang dibentuk.

Tim ini telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang harus dilakukan pimpinan kampus. Salah satu rekomendasinya yakni pihak kampus harus memberikan pendampingan psikologi kepada terduga pelaku dan korban. Sebelum pendampingan selesai, mereka tidak bisa menyelesaikan studinya di UGM.

Untuk itu, kampus menyatakan menunda kelulusan terduga pelaku yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

UGM juga telah membentuk Komite Etik yang dibentuk melalui SK Rektor Nomor 1991/UN1.P/SK/HUKOR/2018. Komite Etik tersebut terdiri atas tujuh orang yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti hukum, fisipol, dan filsafat.


Rekomendasi Komite Etik inilah yang nantinya akan menentukan sanksi terduga pelaku.

Wakil Rektor (Warek) Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna Poerwoko Sugarda mengatakan bahwa pimpinan UGM memberi batas waktu pada Komite Etik ini untuk segera memberi rekomendasi pada akhir tahun ini.

"Kami nyatakan tidak (terpengaruh hasil penyelidikan polisi dalam mengeluarkan rekomendasi), karena Komite Etik bekerja independen untuk memberi rekomendasi ke pimpinan (UGM). Kami beri batas waktu ke Komite (Etik) sampai 30 Desember (2018)," kata Poerwoko kepada wartawan, Jumat (7/12).

Diwawancara terpisah, Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono meminta maaf atas kelambanan UGM dalam merespon kasus ini. Panut mengakui kelambanan tersebut memberi dampak serius secara psikologis, finansial, dan akademik terhadap korban.

"Selain itu UGM menyadari masih ada budaya menyalahkan korban (blamming victim), dan budaya itu berdampak pada lambatnya pemenuhan hak-hak korban," ujarnya.


Saksikan juga video 'KKN UGM Diguncang Skandal Dugaan Pelecehan Seksual':

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed