Bupati Gunungkidul Tercatat Jadi Kader PAN dan NasDem, Kok Bisa?

Usman Hadi - detikNews
Jumat, 21 Sep 2018 07:07 WIB
Bupati Gunungkidul, Badingah. Foto: Usman Hadi/detikcom
Bupati Gunungkidul, Badingah. Foto: Usman Hadi/detikcom
Gunungkidul - Bupati Gunungkidul Badingah tercatat sebagai pengurus di dua partai politik. Dia menduduki Majelis Pertimbangan DPD PAN Gunungkidul sekaligus Dewan Pembina DPD Partai NasDem Gunungkidul. Kok bisa?

Polemik keanggotaan ganda Badingah berawal dari pernyataan Ketua Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja DIY, Bambang Praswanto ketika menggelar jumpa pers di UC Hotel UGM, Senin (27/8) lalu.

Dalam pernyataannya, Bambang menyebut lima kepala daerah di DIY termasuk Badingah siap menjadi juru kampanye (jurkam) pasangan calon Jokowi-Ma'ruf. Alasannya Badingah adalah kader Nasdem, partai pengusung Jokowi-Ma'ruf.

"Sudah kita komunikasikan kepada lima kepala daerah di DIY, mereka harus siap sebagai jurkam Jokowi-KH Ma'ruf Amin," kata Bambang yang juga tercatat sebagai Ketua DPD PDIP DIY, Senin (27/8) lalu.

Namun, akhirnya Bambang merevisi pernyataannya. Dia mengatakan Badingah telah menarik diri dari Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja DIY belum lama ini. Bambang mengaku tak mengetahui alasan Badingah.

"Sebetulnya tadinya (Badingah) diusulkan (masuk timses), tapi terus kemarin beberapa hari yang lalu Hari Selasa atau Senin kemarin dicabut. Bu Badingah belum bersedia," jelas Bambang saat dihubungi detikcom, Kamis (20/9/2018).

"Saya tidak tahu (alasan Badingah). Karena itu kan dari NasDem ya. Coba tanya ke NasDem saja jangan tanya ke saya, nanti salah," lanjutnya.


Dimintai konfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai NasDem Gunungkidul Suparjo membenarkan Badingah masih menjabat dewan pembina partai. Adapun alasan Badingah menolak bergabung ke timses karena ingin fokus membangun daerah.

"Ya katanya partai pengusung (Badingah) sepakat, biar konsentrasi menyelesaikan tugas-tugas beratnya sebagai bupati Gunungkidul saat ini," ungkapnya.


Saat ditanya kembali apakah benar Badingah masih tercatat di struktural DPD Partai NasDem Gunungkidul, Suparjo tak menampiknya. Menurutnya, hingga kini Badingah masih menduduki jabatan Dewan Pembina Partai NasDem.

"Bu Badingah itu secara jabatannya kan sebagai dewan pembina partai. Tidak hanya NasDem, kalau sudah dibutuhkan pejabat bupati itu adalah jabatan pembina partai politik. Jadi di NasDem pun juga dilibatkan sebagai pembina partai. Karena sesuai undang-undangnya seperti itu," katanya.

Pernyataan Bambang dan Suparjo yang menyebut Badingah masuk struktural NasDem menuai polemik. DPD PAN Gunungkidul menampik pernyataan itu. Pengurus PAN tegas menyatakan Badingah kadernya dan masih tercatat di majelis pertimbangan partai.


"Setahu saya Bu Badingah itu kan kader PAN, pengurus PAN sesuai SK tahun 2015. Toh kami juga mengusung Bu Badingah di pilkada. Jadi setahu kami seperti itu," ujar Ketua DPD PAN Gunungkidul Arif Setiadi.

"Kalau ada partai politik lain (mengklaim) Bu Badingah tercatat sebagai pengurus atau kader partai politik lain ya ditanyakan pada partai lain itu. Kemudian tanyakan kepada yang bersangkutan saja (Badingah)," lanjutnya.

PAN Gunungkidul, kata Arif, juga telah mendengar pernyataan Ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto yang menyebut Badingah berencana masuk timses Jokowi-Ma'ruf. Walaupun rencana tersebut urang terlaksana.

"Jadi di hadapan pengrus PAN, beliau (Badingah) menyampaikan tidak menjadi tim sukses Jokowi-Ma'ruf. Itu (disampaikan) di hadapan pengurus PAN. Makanya itu pernyataan-pernyataan (NasDem dan PDIP) yang saya kira perlu diklarifikasi," tutupnya. (sip/sip)