Kronologi Kisruh Internal Sekolah Bhinneka Yogya versi Yayasan

Usman Hadi - detikNews
Senin, 17 Jul 2017 15:27 WIB
Sekolah Bhinneka di Yogyakarta. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Konflik internal Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta disebut pihak pengelola berawal saat yayasan berusaha merapikan data internal. Alasannya yayasan mengaku tidak memiliki data guru maupun data kontrak kerjanya.

Pihak yayasan mengagendakan pertemuan pada 14 Juni 2017 untuk melakukan evaluasi bersama. Namun ternyata tidak semua guru bisa hadir. Demikian juga pada pertemuan berikutnya pada 16 Juni, hanya sebagian guru saja yang hadir. Lalu diagendakan pertemuan pada tanggal 5 Juli.

"Pertemuan 5 Juli itu poinnya menandatangani kembali surat kontrak kerja antara SDM dengan yayasan. Tertulis wajib hadir, tapi yang hadir hanya guru SMA," papar Operasional Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta, Andreas Candra Wibowo, di Sekolah Bhinneka, Jalan Kranggan, Yogyakarta, Senin (17/7/2017).

Baca juga: Dampak Konflik Internal, Para Siswa Sekolah Bhinneka Yogya Ngungsi


Permintaan yayasan agar para guru meneken atau menandatangani kontrak kerja baru itu karena ingin pendataan SDM. Lagipula Dinas Pendidikan setempat mempersyaratkan tenaga pendidik SD minimal S-1 PGSD. Karena itulah pengaturan ulang posisi perlu lakukan.

Kronologi Kisruh Internal Sekolah Bhinneka Yogya Versi YayasanSekolah Bhinneka di Jalan Kranggan, Yogyakarta. (Foto: Usman Hadi/detikcom)

Namun tidak ada guru SD maupun SMP yang bersedia meneken kontrak baru. Pada 10 Juli diadakan pertemuan lagi untuk membahas pokok-pokok permasalahan, karena ada guru yang mengaku tidak digaji 3 hingga 4 bulan.

"Namun dalam pertemuan tersebut tidak ada yang mempermasalahkan gaji. Sehingga sejak tanggal 10 Juli, persoalan gaji dinilainya clear. Lalu kami tawarkan lagi yang ingin kontrak baru agar menuju ke ruang yayasan, tapi tidak ada yang menuju ke sini," lanjutnya.

Baca juga: Guru Sekolah Bhinneka Tunggal Ika Yogya Mengaku Tak Digaji 3 Bulan


Dia justru mempertanyakan sikap Kepsek SD, SMP dan guru di Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta. Sebab tidak ada satu guru pun di SMA Bhinneka Yogya yang menentang kontrak.

"Kenapa pihak (guru-guru) SMA biasa-biasa saja? Kalau dari yayasannya ini tidak jelas, semua guru dari semua jenjang (SD, SMP dan SMA) bermasalah dong," kilahnya.

Kronologi Kisruh Internal Sekolah Bhinneka Yogya Versi YayasanGedung Sekolah Bhinneka Yogyakarta (Foto: Usman Hadi/detikcom)

Walaupun guru SD dan SMP tak mau menandatangani kontrak baru, pihak yayasan sudah melakukan antisipasi di hari pertama masuk sekolah. Caranya dengan meminta guru SMA mengcover kegiatan belajar-mengajar di SD dan SMP.

Pemberitahuan ke orangtua wali siswa juga sudah dilakukan pihak yayasan. Namun ternyata orang tua siswa lebih memilih bergabung pada kegiatan belajar-mengajar di Ndalem Notoprajan.

Baca juga: Siswa Sekolah Bhinneka Yogya Ngungsi atas Inisiatif Para Orang Tua


"Kami sudah berusaha untuk memberikan data dan masukan kepada orangtua murid melalui WA. Intinya mengingatkan kembali tanggal 17 Juli bisa memulai hari pertama sekolah di Bhinneka Tunggal Ika," kata dia.

Seperti diketahui, sebanyak 64 siswa SD dan SMP Bhinneka Tunggal Ika Yogya melangsungkan aktivitas belajar di Ndalem Notoprajan. Sebagai damoak persoalan internal yayasan, orang tua siswa dan para guru yang dipecat yayasan memindahkan kegiatan belajar di Ndalem Notoprajan. (mbr/mbr)