Dampak Konflik Internal, Para Siswa Sekolah Bhinneka Yogya Ngungsi

Usman Hadi - detikNews
Senin, 17 Jul 2017 09:39 WIB
Para siswa belajar duduk di lantai Ndalem Notoprajan, Yogya. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Konflik antara yayasan dengan para guru di Sekolah Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta, menyebabkan puluhan siswa di hari pertama sekolah harus belajar di pengungsian. Kegiatan yang semula dilakukan di gedung sekolah di Jalan Kranggan, dipindahkan ke Ndalem Notoprajan.

"Total ada 64 murid SD dan SMP Sekolah Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta yang ikut mengungsi," ujar Kepala SD Bhineka Tunggal Ika Yogyakarta, Retyas Budi Indarwanto, saat ditemui di Ndalem Notoprajan, Senin (17/7/2017)

Sekolah Bhineka Tunggal Ika Yogyakarta terdiri dari SD dan SMP. Para siswa terpaksa mengungsi dampak konflik antara pengelola yayasan dengan para guru. Konflik berujung pemecatan para guru sekolah yang dilakukan pengelola yayasan.

"Oleh yayasan kami sudah dinonaktifkan, meskipun itu dilakukan sepihak. Tapi kan kami masih punya tanggung jawab ke murid-murid semua, sementara mereka (para murid) pada ikut kami," papar Budi.

Simulasi upacara bendera oleh para siswa. (Foto: Usman Hadi/detikcom)

Alasan pihak yayasan memecat para guru, disebut Budi, karena para guru tidak mengindahkan aturan yayasan. Pembangkangan terpaksa dilakukan, karena aturan baru yang dibuat yayasan dinilai ganjil.

"Kami tak mengindahkan aturan yayasan. Kepala sekolah dan guru kok tiba-tiba harus mengirimkan lamaran baru," ungkapnya.

Rencananya kegiatan belajar-mengajar di Ndalem Notoprajan akan dilangsungkan selama 5 hari, dilangsungkan mulai hari ini pukul 7.30 WIB sampai 13.00 WIB.

"Sebelumnya wali murid dan guru sudah melaporkan masalah tersebut ke Dinas Pendidikan kota Jogja dan Ombudsman RI," lanjut Budi. (mbr/mbr)