Siswa Sekolah Bhinneka Yogya Ngungsi atas Inisiatif Para Orang Tua

Usman Hadi - detikNews
Senin, 17 Jul 2017 10:10 WIB
Para siswa belajar di pengungsian di Ndalem Notoprajan. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Puluhan siswa Sekolah Bhinneka Tunggal Ika, Yogyakarta, belajar di pengungsian pada hari pertama masuk sekolah. Kejadian itu merupakan dampak konflik internal pihak sekolah. Rupanya pilihan belajar mengungsi adalah pilihan pihak orang tua para siswa.

Salah satu wali murid, Retno, mengakui memang pindahnya proses belajar-mengajar siswa ini adalah pilihan wali murid. Sebab wali murid menginginkan solusi terbaik buat anak-anaknya.

"Kami sebagai orang tua aktif dalam berkegiatan dan menampung masalah. Makanya pindah di sini untuk yang terbaik bagi anak-anak, soalnya kalau diteruskan di sana (ikut yayasan) tidak bagus," kata Retno, Senin (17/7/2017).

Seperti diketahui akibat konflik internal antara oknum yayasan dengan para guru di Sekolah Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta, mengharuskan puluhan siswa mengungsi. Aktivitas belajar di gedung sekolah di Jalan Kranggan, dipindahkan ke Ndalem Notoprajan.

Baca juga: Dampak Konflik Internal, Para Siswa Sekolah Bhinneka Yogya Ngungsi

Sedangkan para siswa berharap konflik di internal yayasan selesai sehingga mereka bisa kembali belajar di gedung sekolah, tak lagi belajar di pengungsian.

"Semoga masalahnya cepat diselesaikan," ujar Kanya Launa Dira, salah satu siswi SMP Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta, saat ditemui sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai di Ndalem Notoprojo, Yogyakarta.

Menurut siswi asal Patehan, Yogyakarta ini, tidak semua siswa tahu permasalahan yang dialami pihak sekolah. Sehingga kegiatan belajar-mengajar harus dipindah ke Ndalem Notoprajan Yogya.

"Ya pada bingung kenapa pindah. Kalau dari pihak sekolah bilangnya (gedung sekolah) mau direnovasi," tambah Kanya.

Jika memang persoalan sekolah karena gedung sedang direnovasi, Kanya berharap renovasi segera dirampungkan. Namun jika ada konflik internal antara pihak yayasan dengan para guru, dia berharap persoalan itu segera dicarikan jalan keluar.

"Semoga renovasinya diselesaikan juga. Setahu saya persoalannya di sekolah ada yang mengambil alih. Makanya kami pindah ke sini, katanya hanya 5 hari saja untuk summer school," imbuhnya. (mbr/mbr)