Kabupaten Bandung Barat

Tanggul Jebol, Permukiman di Cimareme Sempat Terendam Banjir 1,5 Meter

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 19:29 WIB
Permukiman warga di Kampung Ciharashas, RT 04/04, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terendam banjir usai hujan deras mengguyur pada Selasa (15/2/2022) sekitar pukul 14.30 WIB.
Permukiman warga di Kampung Ciharashas, RT 04/04, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terendam banjir usai hujan deras mengguyur pada Selasa (15/2/2022) sekitar pukul 14.30 WIB. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung -

Permukiman warga di Kampung Ciharashas, RT 04/04, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terendam banjir usai hujan deras mengguyur pada Selasa (15/2/2022) sekitar pukul 14.30 WIB.

Banjir tersebut terjadi akibat debit air Sungai Cihaur yang posisinya tepat berada di samping permukiman warga meluap. Sontak saja air yang tak tertampung di badan sungai meluber dan menggenangi rumah warga.

Ketua RW 04, Jajang Suhendi mengatakan banjir yang merendam rumah warga mencapai 1,5 meter. Namun banjir kemudian surut hingga ketinggian kini tinggal 60 centimeter.

"Betul banjir itu tadi pas hujan deras, karena sungai meluap dan tanggul yang dibangun 2 tahun lalu itu jebol. Ketinggian banjir sampai 1,5 meter tapi sudah surut sekarang mungkin sisa 60 centimeter," ungkap Jajang kepada wartawan di lokasi banjir.

Jajang mengatakan akibat banjir tersebut sekitar 20 rumah warga terendam sementara jiwa yang terdampak mencapai 90 jiwa.

"20 rumah warga terendam banjir dan sekitar 90 jiwa yang terdampak. Untuk yang terdampak sudah diungsikan ke masjid terdekat terutama anak-anak. Tapi sekarang sudah kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan harta bendanya," tutur Jajang.

Untuk penanganan sementara pihaknya melakukan penyedotan genangan air dari dalam rumah warga menggunakan pompa. Namun pompa air tersebut masih kurang guna mengatasi banjir tersebut.

"Kita masih kekurangan pompa, mudah-mudahan bisa mendapat tambahan lagi dari BPBD dan instansi lainnya agar lebih cepat surutnya," ucap Jajang.

Dadang Suprapto (56), salah seorang warga yang terdampak mengatakan banjir yang menerjang kali ini merupakan banjir yang kedua kalinya terjadi hanya dalam kurun waktu dua tahun.

"Ini banjir yang kedua, terakhir itu yang terjadi awal tahun 2020. Sekarang mengungsi dulu ke rumah anak kalau barang-barang rusak semua apalagi yang elektronik," kata Dadang.

Pernah Terjadi Tahun 2020 Silam

Kampung tersebut juga sempat diterjang banjir pada awal tahun 2020 silam atau tepat pada malam pergantian tahun baru. Kala itu banjir yang menerjang lebih dahsyat hingga ratusan nyawa diungsikan dan puluhan rumah rusak ringan hingga berat.

Egi (30) menceritakan banjir tang menerjang permukiman tempat ia tinggal pada tahun 2020 maupun tahun 2022 masih sama, yakni tanggul Sungai Cihaur yang jebol akibat debit air yang meningkat usai diguyur hujan deras.

"Curah hujan tinggi air naik, sama seperti awal tahun 2020 sampai temboknya kebawa. Sekarang karena jebolnya tanggul juga sama," kata Egi kepada wartawan.

Namun dampak banjir yang dirasakan warga lebih parah pada tahun 2020 lalu ketimbang tahun ini. Meskipun pada banjir kali ini ketinggian air yang merendam rumah mencapai 1,5 meter.

"Kalau yang tahun sekarang alhamdulillah enggak ada yang rusak rumahnya. Cuma terendam aja, dengan ketinggian hampir 1,5 meter. Tapi sekarang sudah agak surut," tutur Egi.

(yum/bbn)