Survei SMRC: Kasus Arteria Dahlan soal Sunda Ganggu Elektabilitas PDIP

Rifat Alhamidi - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 17:16 WIB
Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan, terlibat cekcok hingga ibunya dimaki seorang wanita yang mengaku anak Jenderal TNI.
Arteria Dahlan (Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Bandung -

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Colsulting (SMRC) merilis hasil survei pilihan publik di Jabar menjelang Pemilu 2024. SMRC pun turut membahas kasus Arteria Dahlan yang menyinggung etnis Sunda terhadap elektabilitas partainya yakni PDI Perjuangan (PDIP).

Dalam rilisnya, SMRC mengungkap sebanyak 66 persen warga Jabar mayoritas mengetahui mengenai kasus tersebut. Dari warga yang tahu itu, 64 persen di antaranya sepakat jika Arteria telah menyinggung etnis Sunda.

"Jadi kasus ini cukup menghebohkan dan mayoritas diketahui oleh masyarakat Jawa Barat," kata Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad dalam diskusi bertajuk Partai, Gubernur, dan Presiden: Pandangan Publik Jawa Barat yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa (15/2/2022).

Saidiman melanjutkan, polemik pernyataan Arteria Dahlan membawa efek negatif terhadap perolehan suara PDIP di Jabar. Sebab, dari mayoritas warga yang tahu akan kasus itu, hanya 14 persen yang mau memilih PDIP kembali di Pemilu 2024. Sementara mereka yang tidak tahu, akan memilih PDIP dengan persentase 21 persen.

"Kasus Arteria atas pernyataan etnis Sunda berdampak signifikan terhadap elektabilitas PDIP. Ini artinya, ada efek dari publik Jabar mengenai peristiwa itu terhadap pilihan PDI Perjuangan. Mereka yang tahu (kasus) itu cenderung sedikit (yang memilih PDIP) daripada mereka yang tidak tahu," tutur Saidiman.

Saidiman melanjutkan, pengaruh tersebut lebih besar lagi jika melihat data SMRC mengenai tingkat persetujuan warga Jabar yang menganggap Arteria telah menyinggung etnis Sunda. Mereka yang setuju Arteria menyinggung etnis Sunda, hanya memilih PDIP sebanyak 11 persen.

"Intinya adalah, pernyataan atau kasus Arteria Dahlan ini punya pengaruh terhadap elektabilitas PDI Perjuangan di Jawa Barat," tutur Saidiman.