Kota Bandung

Kedelai Mahal, Perajin Tahu-Tempe di Jabar Bakal Mogok Produksi

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 17:02 WIB
Harga tahu dan tempe di pasar tradisional di Kota Bandung masih normal meski harga kacang kedelai kembali naik.
Ilustrasi tahu dan tempe (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Perajin tahu tempe di Jawa Barat (Jabar) bakal menggelar aksi mogok produksi. Aksi itu dilakukan karena terus naiknya harga bahan baku kedelai.

Ketua Paguyuban Perajin Tahu Tempe Jabar Muhamad Zamaludin mengatakan, aksi mogok itu rencananya akan dilakukan pada Senin 21 Februari 2022 pekan depan.

"Iyah benar (mogok). Nanti itu tanggal 21, 22, 23 Februari 2022," kata Zamaludin saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Senin (14/2/2022).

Menurutnya kenaikan harga kedelai saat ini sudah diatas kewajaran. Sementara para perajin kesulitan untuk ikut menaikkan harga jual tahu tempe.

Saat ini harga bahan baku kedelai sendiri kata Zamaludin berada di kisaran Rp 11.200 perkilogram dari yang tadinya Rp 9.400. Harga itu terus naik sejak dua bulan terakhir.

*Karena bahan baku terus naik, sedang kita naikin harga tahu tempe susah. Bahan baku kedelai itu harganya Rp 11.200 lebih lah perkilo dari normalnya dulu Rp 9.400, itu juga tergolong tinggi. Sekarang terus naik," ungkapnya.

Nantinya semua perajin tahu tempe di Jabar kompak akan melakukan mogok produksi selama tiga hari. Paguyuban juga akan menyebarkan surat edaran terkait aksi tersebut.

Masih kata Zamaludin, para perajin diperkirakan juga akan melakukan aksi sweeping kepada perajin yang masih produksi di saat masa mogok.

"Kita sudah sepakat nanti ada edaran juga buat teman-teman perajin. Kalau ada yang tetap produksi biasanya ada yang sweeping masing-masing di tiap daerah secara spontan. Kami di paguyuban enggak menyarankan itu, tapi spontan disaat pada libur ada yang curi start ya pasti ada yang sweeping," ujarnya.

Untuk saat ini produksi tahu tempe di Jabar sendiri masih terbilang normal meskipun ada beberapa perajin yang merugi karena mahalnya harga kedelai. Aksi mogok produksi sendiri bertujuan agar pemerintah bisa menekan harga kedelai.

"Tuntutannya ya tentu harga kedelai diturunkan lagi minimal ke semula lah ke harga Rp 9.400 lah, karena naiknya ini gak langsung jebret 2000 gitu engga, naiknya sehari Rp 100, Rp 200 kadang Rp 400 terus aja naik," tutup Zamaludin.

(yum/bbn)