Kota Sukabumi

Kalapas Sukabumi dan 10 Sipir Positif COVID-19

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 16:40 WIB
Penyemprotan disinfektan di Lapas Sukabumi
Penyemprotan disinfektan di Lapas Sukabumi. (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Sukabumi -

Kepala dan 10 sipir Lapas Kelas II B Kota Sukabumi yang terpapar COVID-19. Mereka kini menjalani isolasi mandiri.

"Hingga hari ini jumlah positif menjadi 11 orang," ujar Kalapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar kepada detikcom, Senin (14/2/2022).

Christo mengaku terpapar COVID-19 dengan CT value 32. Saat ini, kondisinya mulai menunjukkan gejala flu.

"Hasil saya keluar paling terakhir. Ternyata positif dengan CT 32. Saya kayak mau flu aja dari hari Rabu hingga Jumat kemarin," ucap Christo.

Sementara itu, kondisi sipir lain dalam keadaan baik. Menurutnya, ada sekitar 2-4 orang yang bergejala ringan.

Dokter kami sudah koordinasi dengan Satgas dan diarahkan ke puskesmas masing-masing untuk penanganan obat dan konsultasi. Saat ini total tracing ada 38 orang," ujarnya.

Asal Mula Petugas Terpapar COVID-19

Pelaksana Harian Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Sukabumi Trian Pratikta mengungkapkan awal mula tersebarnya kasus COVID-19 di lingkup petugas Lapas. Dia mengatakan rata-rata yang terpapar sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

"Awalnya pada hari Jumat sekitar dua minggu lalu ada salah satu pegawai yang mengeluhkan adanya gangguan kesehatan yang setelah di tes PCR ternyata positif COVID-19," kata Tritan kepada awak media di kantor Lapas II B Sukabumi, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (14/2/2022).

Dia menjelaskan petugas yang pertama kali terpapar merupakan warga domisili Bogor. Bersangkutan tertular dari keluarganya.

"Jadi yang awalnya positif itu domisilinya di Bogor dan memang keluarganya ada yang positif. Jadi setelah itu beliau ke Kalapas dan arahannya dilarang untuk ke kantor dulu dan diminta untuk PCR," ujarnya.

Setelah itu, dilakukan tracing kepada 39 orang petugas dan hasilnya 11 orang positif COVID-19. Termasuk di dalamnya Kepala Lapas Christo Victor Nixon Toar.

"Kalau untuk vaksin mungkin ada yang belum tapi sebagian besar sudah divaksinasi, termasuk Kalapas dan yang lain. Mungkin sekitar satu atau dua orang yang belum divaksinasi, tapi selebihnya sudah sampai vaksin ketiga terakhir di Puskesmas," ucap Tritan.

Penyemprotan Disinfektan

Sebagai langkah tindak lanjut dari adanya petugas positif COVID-19, penyemprotan disinfektan berlangsung di seluruh kawasan lapas, termasuk kompleks warga binaan pemasyarakatan (WBP).

"Hari ini kami melakukan penyemprotan disinfektan, petugas yang terdiagnosa positif langsung di WFH untuk isoman. Untuk tamu belum diizinkan masuk Lapas hingga waktu yang tidak di tentukan, sambil melihat kondisi 10 hari ke depan," kata Kalapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar.

Staf Pelayanan Markas PMI Kota Sukabumi Dinar Muhammad menjelaskan penyemprotan disinfektan itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan Lapas. Pihaknya menghabiskan sekitar 500 liter disinfektan.

"Kami fokuskan di fasilitas-fasilitas lapas yang dimana itu merupakan mobilitas tinggi seperti ruang pelayanan, resepsionis dan komplek tahanan dan juga seluruh area di dalam Lapas Sukabumi termasuk sel," kata Dinar.

(bbn/mso)