Kabupaten Bandung Barat

Remaja Cililin Tewas Ditusuk

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 16:11 WIB
Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi penusukan (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung Barat -

Rudi Algifari (17), remaja asal Kampung Saar, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi korban penusukan yang dilakukan temannya.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (12/2/2022) sekitar pukul 21.30 WIB di dekat rumah korban. Akibat penusukan itu korban akhirnya meninggal dunia pada Minggu (13/2/2022) sekitar pukul 07.00 WIB di rumah sakit.

Kerabat korban, Aas (46) mengatakan sebelum kejadian penusukan tersebut korban diketahui sedang bermain gitar tak jauh dari rumahnya. Kemudian ia mendengar korban cekcok dengan seseorang yang diduga pelaku.

"Tiba-tiba itu ada warga yang teriak katanya ada yang ditusuk. Saya keluar ternyata korbannya itu saudara saya," ujar Aas kepada wartawan, Senin (14/2/2022).

Aas menjelaskan korban ditemukan oleh teman-temannya tengah merintih menahan sakit dengan pakaian berlumuran darah. Remaja tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Pelaku langsung kabur bawa senjata tajamnya. Tapi salah satu teman pelaku berhasil tertangkap oleh warga dan langsung dimintai keterangan," tutur Aas.

Kapolsek Cililin AKP Deni Nurcahyadi membenarkan kejadian penusukan tersebut. Ia mengatakan penusukan itu terjadi akibat korban yang tidak terima dikatai 'berenyit' atau dalam bahasa Indonesia berarti bocah oleh pelaku.

"Jadi pelaku ini datang ke tempat korban untuk bertemu pacarnya. Kemudian temannya menelepon tanya ada siapa di situ, pelaku bilang ada berenyit atau anak kecil, nah di situ korban tidak terima dengan ucapan pelaku," kata Deni.

Korban dan pelaku terlibat cekcok sampai akhirnya dipisahkan oleh teman pelaku. Saat pelaku dibawa untuk menjauhi korban, pelaku tiba-tiba melompat dan menusuk korban dengan senjata tajam.

"Korban ditusuk di bagian punggung. Jadi pelaku ini sudah bekal pisau dari rumahnya. Setelah itu pelaku kabur dan sekarang kita kejar," kata Deni.

(bbn/mso)