ADVERTISEMENT

Jabar Hari Ini: Aksi Terencana Pembunuh Guru SD-Bos Arisan Penipu Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 22:44 WIB
Ati Rohaeni (50) guru SD Negeri 032 Tilil Bandung tewas ditusuk mati mantan suami, Nono Mujianto (56). Polisi memastikan aksi penusukan tersebut direncanakan.
Ati Rohaeni (50) guru SD Negeri 032 Tilil Bandung tewas ditusuk mati mantan suami, Nono Mujianto (56). Polisi memastikan aksi penusukan tersebut direncanakan. (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini. Dari mulai terkuaknya rencana pembunuhan guru SD yang dilakukan mantan suaminya hingga Polres Karawang yang berhasil menangkap bos arisan online di Karawang.

Mantan Suami Rencanakan Bunuh Guru SD

Ati Rohaeni (50), guru SD Negeri 032 Tilil Bandung, tewas ditusuk mati mantan suami Nono Mujianto (56). Polisi memastikan aksi penusukan tersebut direncanakan. "Berdasarkan fakta-fakta dan keterangan saksi, kuat dugaan ini direncanakan," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung melalui Kapolsek Coblong Kompol Nanang S di Mapolrestabes Bandung.

Dugaan itu berdasarkan kronologi sebelum aksi penusukan di gerbang sekolah SDN 032 Tilil di Jalan Puyuh, Kota Bandung. Sebelumnya sempat ada musyawarah di sekolah antara pelaku dan korban.

"Kemudian yang bersangkutan pada hari Senin tersangka menunggu korban di pintu gerbang sekolah," tutur dia.

"Berdasarkan fakta tersangka sudah ada niat," kata Nanang menambahkan.

Polisi juga masih mendalami pisau yang digunakan pelaku. Namun yang pasti, kata dia, pisau sudah berada di tangan pelaku.

Gemuruh Misterius di Gunung Guntur

Gemuruh misterius muncul di Gunung Guntur Garut. Suara itu diketahui berlangsung lama pada Senin (7/2) malam.
Sejumlah warga yang bermukim di kawasan kaki Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, mendengar cukup kencang suara tersebut. Indra Handika (22), warga setempat, mengatakan gemuruh misterius itu mulai terdengar sekitar pukul 22.00 WIB.

"Terdengar keras banget. Ya bergemuruh saja gitu," kata Indra kepada detikcom, Selasa (8/2/2022).

Gemuruh itu menggegerkan warga sekitar. Indra dan warga di kawasan Cipanas sempat berbondong-bondong mengecek lebih dekat ke kaki gunung. #Namun, mereka tidak menemukan keanehan. Indra dan warga menduga suara berasal dari balik Gunung Guntur.

"Suaranya dari Samarang. Arah Barat," katanya.

Warga lainnya, Fuzy Hidayat (26) mengatakan, sempat melintas di kawasan Kamojang pada pukul 23.00 WIB. Di wilayah tersebut, gemuruh terdengar lebih kencang.

Gemuruh misterius yang didengar, kata Fuzy, seperti suara pesawat yang melintas. "Kalau saya tanya ke warga itu dari jam delapan (malam). Tapi kencang-kencangnya suara jam 11-an malam," tutur Fuzy.

Keresahan warga terkait gemuruh dari kawasan Gunung Guntur juga ramai diperbincangkan di media sosial. Di akun Instagram @garutupdate_ warganet berdiskusi perihal tersebut.

"Di Samarang kenceng," kata salah satu akun Instagram.

"Ada min (suara gemuruh), dari daerah Pemda juga jelas," kata warganet lainnya.

Kepala BPBD Garut Satria Budi mengatakan berdasarkan hasil informasi dan pengecekan di lapangan itu tidak ada peningkatan aktivitas di Gunung Guntur. "Hasil informasi dari petugas pemantau, aktivitasnya tetap normal," ucap Satria Budi saat dikonfirmasi detikcom.

Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Budiman meminta masyarakatnya untuk tetap tenang dan tidak resah dengan adanya gemuruh tersebut. "Kami imbau untuk tetap tenang. Jangan panik," ujar Budiman.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan sumber gemuruh tersebut bukan dari Gunung Guntur.

"Bukan (dari gunung). Karena kan Gunung Guntur itu saat ini statusnya level 1 atau normal," kata Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani kepada detikcom.

Nia Haerani menjelaskan tak ada aktivitas apapun di puncak Gunung Guntur. "Tidak ada hembusan asap. Kegempaan juga tidak ada yang berkaitan. Jadi suaranya bukan dari gunung," kata Nia.


Daftar PPKM Level 3 Jabar

Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9/2022. Inmendagri teranyar ini berisi tentang perpanjangan PPKM Jawa-Bali.
Dalam Inmendagri teranyar itu sebanyak 11 daerah di Jawa Barat masuk kategori PPKM Level 3. Hanya empat daerah yang masuk kategori PPKM Level 1, yakni Kabupaten Sukabumi, Pangandaran, Cianjur dan Kota Banjar. Daerah lainnya masuk kategori Level 2

Berikut 11 daerah di Jabar yang masuk kategori PPKM Level 3.

1. Kota Bandung
2. Kabupaten Bandung
3. Kota Cimahi
4. Kabupaten Bandung Barat
5. Kabupaten Sumedang
6. Kota Bogor
7. Kabupaten Bogor
8. Kota Bekasi
9. Kabupaten Bekasi
10. Kota Depok
11. Kota Cirebon


Akses Tol di Bandung Ditutup

Lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Kota Bandung akan berimbas kepada pembatasan mobilisasi masyarakat. Pemkot pun berencana menutup lima gerbang tol usai daerah ini ditetapkan statusnya menjadi PPKM level 3.

Dikutip dari Instagram Humas Pemkot Bandung, kelima gerbang tol itu di antaranya Gerbang Tol Pasteur, Kopo, Pasir Koja, Moh. Toha dan Buah Batu. Plt Walikota Bandung Yana Mulyana menyatakan, penutupan itu nantinya akan disesuaikan dengan kondisi penyebaran COVID-19.

"Iyah, (Penutupan) di lima pintu gerbang tol. Kita lihat perkembangan yah, karena dinamis sekali peningkatan COVID-nya," kata Yana kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (8/2/2022).

Yana belum bisa merinci secara detail sampaikan kapan penutupan kelima gerbang tol itu akan diberlakukan. Ia hanya menyebut, penutupan mulai berlaku pada waktu akhir pekan.

"Sementara ini sih iya baru weekend aja (penutupan gerbang tol)," ujarnya.

Sebelumnya, Yana juga memastikan Pemkot Bandung akan segera menyusun aturan ketat untuk mencegah lonjakan penyebaran COVID-19 di wilayahnya. Salah satu yang dibahas yaitu pengurangan jam operasional hingga pembatasan kapasitas untuk cafe, restoran hingga hotel di Kota Bandung.

"Saya detailnya belum (lihat lagi), harusnya hari ini perwalnya turun. Tapi kelihatannya sih pasti ada pengurangan jam operasional dan kapasitas," ucapnya.

Bos Arisan Online Karawang Ditangkap Polisi

Kepolisian Resor (Polres) Karawang berhasil menangkap perempuan berinisial D, bos arisan online yang menjadi tersangka penipuan di Karawang.

"Iya benar, untuk kasus arisan online kami sudah menangkap 1 orang tersangka berinisial D jenis kelamin perempuan, pimpinan arisan online," kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono saat dihubungi melalui telepon selular, Selasa (8/2/2022).

Aldi mengatakan, pihaknya saat ini tengah mendalami keterangan dari tersangka karena ada dugaan masih ada tersangka lainnya.

"Untuk adanya tersangka lainnya, sekarang ini masih lakukan pemeriksaan terhadap D dan masih melakukan pendalaman," katanya.

Diberitakan sebelumnya, arisan online berkedok investasi menjadi perbincangan warganet di Karawang. Para korban penipuan itu mengaku merugi hingga ratusan juta Rupiah.

Mencuatnya penipuan arisan online ini berawal dari ramainya curhatan di media sosial Karawang. Salah satu korban, inisial AN (28), mengaku rugi Rp 8 juta gegara arisan online tersebut.

"Jadi awalnya aku tertarik karena yang mengajak itu teman dekat, terus dia menawarkan investasi skemanya mirip arisan. Terus aku ikut November 2021 dan TF (transfer) 8 juta 100 ribu rupiah, 100 ribu itu buat administrasi. Sebulan setelah akan dijanjikan mendapatkan 10 juta atau keuntungan 2 juta," kata dia melalui sambungan telepon, Selasa (8/2/2022).

Ia mengungkap arisan online ini menawarkan sistem 'Get' lebih besar dari 'Pay' sesuai tanggal. "Contoh, pay empat juta rupiah bulan November dan get lima juta tanggal 3 Desember. Anggota arisan ini tidak perlu mengangsur dalam periode tertentu, seperti arisan pada umumnya, hanya menunggu tanggal pendapatannya," tutur dia.

Setelah lewat dari sebulan, banyak korban lainnya ikut buka suara soal arisan online ini. "Jadi bukan aku saja. Banyak lagi teman yang jadi korban, bahkan puluhan juta rupiah ruginya," kata dia.

(yum/bbn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT