Bos Arisan Online di Karawang Ditangkap!

ADVERTISEMENT

Kabupaten Karawang

Bos Arisan Online di Karawang Ditangkap!

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 18:12 WIB
Woman using smartphone. The concept of using the phone is essential in everyday life.
Ilustrasi investasi online di Karawang (Foto: iStock)
Karawang -

Kepolisian Resor (Polres) Karawang berhasil menangkap perempuan berinisial D, bos arisan online yang menjadi tersangka penipuan di Karawang.

"Iya benar, untuk kasus arisan online kami sudah menangkap 1 orang tersangka berinisial D jenis kelamin perempuan, pimpinan arisan online," kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono saat dihubungi melalui telepon selular, Selasa (8/2/2022).

Aldi mengatakan, pihaknya saat ini tengah mendalami keterangan dari tersangka karena ada dugaan masih ada tersangka lainnya.

"Untuk adanya tersangka lainnya, sekarang ini masih lakukan pemeriksaan terhadap D dan masih melakukan pendalaman," katanya.

Diberitakan sebelumnya, arisan online berkedok investasi menjadi perbincangan warganet di Karawang. Para korban penipuan itu mengaku merugi hingga ratusan juta Rupiah.

Mencuatnya penipuan arisan online ini berawal dari ramainya curhatan di media sosial Karawang. Salah satu korban, inisial AN (28), mengaku rugi Rp 8 juta gegara arisan online tersebut.

"Jadi awalnya aku tertarik karena yang mengajak itu teman dekat, terus dia menawarkan investasi skemanya mirip arisan. Terus aku ikut November 2021 dan TF (transfer) 8 juta 100 ribu rupiah, 100 ribu itu buat administrasi. Sebulan setelah akan dijanjikan mendapatkan 10 juta atau keuntungan 2 juta," kata dia melalui sambungan telepon, Selasa (8/2/2022).

Ia mengungkap arisan online ini menawarkan sistem 'Get' lebih besar dari 'Pay' sesuai tanggal. "Contoh, pay empat juta rupiah bulan November dan get lima juta tanggal 3 Desember. Anggota arisan ini tidak perlu mengangsur dalam periode tertentu, seperti arisan pada umumnya, hanya menunggu tanggal pendapatannya," tutur dia.

Setelah lewat dari sebulan, banyak korban lainnya ikut buka suara soal arisan online ini. "Jadi bukan aku saja. Banyak lagi teman yang jadi korban, bahkan puluhan juta rupiah ruginya," kata dia.

(yum/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT