Petani di Lebak Bertarung Nyawa Lewati Jembatan Lapuk

Fathul Rizkoh - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 10:18 WIB
Para petani di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak, harus bertarung nyawa ketika mengangkut hasil panen. Pasalnya, para petani harus melewati jembatan gantung Leuwi Renghas yang kondisinya sangat memprihatikan.
Petani melewati jembatan gantung yang kondisinya memprihatinkan. (Foto: istimewa)
Lebak -

Para petani di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak, harus bertarung nyawa ketika mengangkut hasil panen. Sebab, para petani harus melewati jembatan gantung Leuwi Renghas yang kondisinya sangat memprihatikan.

Panjang jembatan ini mencapai 50 meter yang dibangun di atas Sungai Cidikit. Bambu dan kayu pada jembatan itu terlihat sudah lapuk. Beberapa kawat besi seling penghubung pun terlihat sudah berkarat.

Salah satu petani, Sulis, mengaku khawatir jika melintas di atas jembatan. Padahal, jembatan ini merupakan akses satu-satunya bagi petani jika ingin menanam ataupun membawa hasil panen.

"Saya takut jatuh kalau melintasi jembatan itu. Makanya saya pelan-pelan kalau melintasinya. Apalagi kondisi besi seling yang sudah mengarat, kadang-kadang saya suka khawatir besi itu akan putus," ujar Sulis, Kamis (27/1/2022).

Petani lainnya, Sudita juga merasakan hal serupa. Dia sering merasa was-was apabila air sungai Cidikit sedang meluap. Jika kondisi seperti itu, Sudita akan berpikir dua kali untuk melintasi jembatan.

"Takut, apalagi kalau air sungai sedang besar. Tapi mau bagaimana lagi, cuma ini akses jembatan satu-satunya," tuturnya.

Para petani di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak, harus bertarung nyawa ketika mengangkut hasil panen. Pasalnya, para petani harus melewati jembatan gantung Leuwi Renghas yang kondisinya sangat memprihatikan.Jembatan gantung di Leuwi Renghas yang kondisinya sangat memprihatikan. (Foto: istimewa)

Sulis dan Sudita pun berharap jembatan bisa segera diperbaiki. Sehingga aktivitas perekonomian warga dapat berjalan lancar.

Kepala Desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik membenarkan kondisi memprihatinkan jembatan gantung Leuwi Renghas. Menurutnya, kondisi seperti ini sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

"Di Bayah Timur sebenarnya tidak hanya jembatan ini saja. Ada tiga jembatan gantung lainnya yang butuh penanganan serius pemerintah daerah," katanya.

Rafik mengaku adanya keterbatasan dana desa membuat dia belum bisa memperbaiki jembatan. Namun, Rafik telah mengusulkan proposal bantuan ke pemerintah daerah untuk memperbaiki empat jembatan gantung di Desa Bayah Timur yang kondisinya memprihatinkan.

"Sudah saya usulkan ke pemerintah daerah untuk perbaikan empat jembatan gantung di Desa Bayah Timur. Mudah-mudahan usulan saya direspon dan bantuan perbaikan jembatan segera diturunkan," ujar Rafik.

(bbn/bbn)