Catat! 10 Kecamatan di Pangandaran Rawan Bencana Alam

Aldi Nur Fadilah - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 15:06 WIB
Potret Keramaian Objek Wisata Pantai Pangandaran di Tengah COVID-19
Wisata Pantai Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikcom)
Pangandaran -

Kabupaten Pangandaran merupakan daerah pariwisata yang wilayahnya terdiri dari laut, pegunungan, dan hutan. Karenanya wajah geografisnya, kabupaten termuda di Jabar ini juga menyimpan potensi bencana, tercatat ada 105 kejadian bencana di sepanjang 2021.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Kustiman menyampaikan, 10 kecamatan di Pangandaran sangat rawan terjadi bencana alam. Semua itu diakibatkan dengan kondisi medan di masing-masing wilayah.

10 kecamatan itu yakni Kecamatan Cijulang, Cimerak, Parigi, Cigugur, Langkaplancar, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, Mangunjaya.

"Kabupaten Pangandaran punya potensi bencana yang dikategorikan bencana alam, non-alam dan sosial. Karena di Jawa Barat Pangandaran termasuk ranking ke-11 terhadap risiko terjadinya bencana," kata Kustiman kepada detikcom, Senin (24/1/2022).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran KustimanKepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Kustiman (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikcom

Dari seluruh bencana yang ada, hanya gunung merapi yang tidak ada di Pangandaran. Tsunami, tanah longsor, pergerakan tanah, kebakaran dan bencana non alam tercatat pernah terjadi.

Untuk bencana alam Kabupaten Pangandaran termasuk paling banyak terjadi sepanjang tahun 2021 yakni, angin topan sebanyak 68 kali, kebakaran 30 kali dan tanah longsor 6 kali kejadian.

"Kecamatan Parigi 21 kali terjadi, untuk Kecamatan Langkaplancar paling rawan tanah longsor dengan kondisi medan pegunungan," ucapnya.

Sementara kasus terjadi kebakaran ada di Kecamatan Parigi 8 kejadian dan Kecamatan Padaherang sebanyak 5 kali kejadian. "Untuk kecamatan lainnya memiliki bencana alam yang sama rata-rata terjadi angin topan, dan Kecamatan Cijulang menjadi kecamatan paling sedikit hanya 3 kasus kebakaran pada tahun 2021," kataya.

Meskipun saat ini Pemkab Pangandaran fokus pada penanganan bencana non alam pandemi COVID-19, langkah-langkah konkret seperti gencar vaksinasi dan penerapan prokes terus dilakukan.

"Pangandaran ini diuji dengan berbagai macam bencana selama 3 tahun terakhir, termasuk secara nasional," kata Kustiman.

Ia menyebut ada 105 bencana alam yang terjadi di Kabupaten Pangandaran sepanjang tahun 2021, "Alhamdulillah untuk gempa bumi, pusat di Pangandaran jarang terjadi pada tahun 2021," ungkapnya.

Simak juga video 'Tahun 2021 Disebut Peneliti Tahun Terpanas Keenam Sepanjang Sejarah':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)