Bahagia Petani Bawang asal Bandung Dapatkan Kaki Palsu

Yuga Hassani - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 16:19 WIB
13 penyandang disabilitas menerima bantuan kaki palsu dari Pemkab Bandung
penyandang disabilitas menerima bantuan kaki palsu dari Pemkab Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikcom13)
Bandung -

Wajah Dadang Firmansyah (41) tampak bahagia ketika menerima kaki palsu di Gedung Moh Toha, Soreang pada Jumat (21/1/2022). Warga Desa Tribaktimulya, Pangalengan itu bisa kembali melanjutkan kesehariannya sebagai petani di Pangalengan.

Sejak 2020 lalu, ia harus kehilangan kaki kirinya setelah mengalami kecelakaan, yakni terjatuh dari pohon. Setelah itu terjadi infeksi, yang membuat kaki kirinya itu harus diamputasi.

"Saya terjatuh dari pohon, terus mengalami infeksi. Saat ke dokter diputuskan harus diamputasi," ujar Dadang saat berbincang dengan detikcom.

Sebelumnya, Dadang menerima kaki palsu dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Keberadaan alat itu mampu menopang tubuhnya untuk tetap mencangkul dan menggarap lahan perkebunan bawang.

"Saya tetap bekerja mencangkul tanaman bawang. Ya gimana lagi, harus tetap menafkahi istri dan ketiga anak saya, sekarang alhamdulillah ada kaki palsu cadangan," kata Dadang.

Termasuk Dadang, ada 13 penyandang disabilitas yang mendapatkan kaki dan tangan palsu dari Pemkab Bandung.

"Ini luar biasa dan saya sangat apresiasi dan yakin ini akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, dan bagi para sponsor yang mengikuti kegiatan ini mudah-mudahan usahanya tetap berkah dan lancar serta lebih sukses lagi," ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Pria yang kerap disapa Kang DS tersebut mengaku termotivasi dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, bisa memberikan perhatian bagi penyandang disabilitas.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi perhatian bagi agnia, sehingga kabupaten bandung bisa memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas," ujarnya.

Pihaknya pun berpesan kepada penyandang disabilitas untuk tetap menjaga semangat dan tidak minder dalam menjalankan aktivitas. "Maka saya berikan pesan bahwa semua teman-teman disabilitas jangan putus asa atau minder, apalagi kita ada fasilitasnya," katanya.

Kang DS mengungkapkan, berdasarkan UU 8 Tahun 2016 Pemda harus membuat sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas.

"Dengan itu kita dorong semua, bahkan tidak ada diskriminasi. Kita perlakukan sama, bahwa tidak ada kesenjangan sosial. Maka dengan ini tetap tegar, semangat, bahwa semua manusia mempunyai hak yang sama," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa dengan kegiatan tersebut akan dilakukan setiap tahunnya di Kabupaten Bandung.

"Baik secara pentahelix, kerjasama dengan pada agnia, dan para yayasan yang sudah biasa melakukan kegiatan bakti sosial, tentunya dari ICMI, termasuk Baznas kita akan mendorong untuk mengadakan kegiatan-kegiatan profesi, dan infaq, sedekah, melalui baznas untuk bisa mendorong acara disabilitas kaya ini," kata Dadang.

(yum/bbn)