Belasan Makam Dirusak di Tasikmalaya, Polisi: Pelaku Diduga ODGJ

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 13:52 WIB
Polisi memeriksa kerusakan makam di TPU Gunung Dangdeur Tasikmalaya.
Polisi memeriksa kerusakan makam di TPU Gunung Dangdeur Tasikmalaya. (Foto: Faizal Amiruddin)
Tasikmalaya -

Misteri kejadian perusakan 14 tembok kuburan di TPU Gunung Dangdeur Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya pada Kamis (20/1/2022) mulai menemui titik terang.

Muncul dugaan jika aksi perusakan itu dilakukan oleh seseorang dengan gangguan jiwa. Hal ini merujuk kepada sejumlah keterangan saksi yang mengaku melihat seorang perempuan keluar dari TPU Gunung Dangdeur.

Namun perempuan itu berkepala plontos dan mengenakan pakaian compang camping.

"Hasil penyelidikan sementara, polisi mendapatkan keterangan dari saksi pada Kamis pagi ada perempuan ODGJ keluar dari TPU Gunung Dangdeur," kata Paur Humas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jajang Kurniawan, Jumat (21/1/2022).

Saksi bernama Wawan warga setempat melihat sosok perempuan plontos itu sekitar 30 menit sebelum Lili Carli yang merupakan penjaga TPU datang untuk bersih-bersih.

Selain ditemukan kerusakan tembok kuburan, warga juga menemukan beberapa buah nangka dalam keadaan dicacah.

"Jadi dugaan sementara dilakukan oleh ODGJ. Tapi penyelidikan belum selesai, karena belum diketahui bagaimana orang itu bisa merusak kuburan. Tentu perlu alat, tak mungkin merusak tembok dengan tangan kosong. Kami masih melakukan penyelidikan," kata Jajang.

Sebelumnya belasan kuburan di tempat pemakaman umum Gunung Dangdeur Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya ditemukan dalam keadaan rusak.

Tembok atau bangunan makam rusak seperti dihantam martil. Namun demikian kerusakan hanya terjadi di bagian atas tembok makam, tidak sampai digali.

Lili Carli (64) penjaga TPU Gunung Dangdeur mengatakan kerusakan 14 makam itu diketahui saat dia hendak bersih-bersih pada Kamis (20/1/2022).

"Saya terakhir ke makam pada hari Selasa. Rabu tidak ke sini. Tadi pagi pas mau bersih-bersih ternyata banyak tembok makam yang hancur," kata Lili.

Dia mengaku tak habis pikir dengan apa yang terjadi. Kerusakan terjadi secara acak, tidak ada sasaran khusus dari aksi itu. Sebagian ada yang disisakan nisannya, tapi sebagian ada yang dibabat habis.

"Tidak ada yang sampai digali, hanya dirusak temboknya," kata Lili.

Lili mengatakan pelaku melakukan perusakan dengan acak. "Yang dirusak beda-beda, tidak satu keluarga atau satu deretan," kata Lili.

Di lokasi Lili juga tidak menemukan adanya petunjuk atau barang bukti alat yang digunakan untuk merusak tembok kuburan.

"Tidak ada apa-apa, tahu sudah rusak aja," kata Lili.

(yum/bbn)